Ekonomi

Erick Minta BNI Garap Perantau Luar Negeri Agar Jadi Pengusaha

Menteri Erick meminta BNI kembangkan bisnis dengan menggarap potensi perantau atau diaspora agar naik kelas menjadi pengusaha di luar negeri.


Erick Minta BNI Garap Perantau Luar Negeri Agar Jadi Pengusaha
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI di Nusantara I, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri BUMN Erick Thohir menugaskan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk  mengembangkan bisnis ke mancanegara dengan menggarap potensi perantau atau diaspora agar naik kelas menjadi pengusaha di luar negeri.

"Kami kembangkan BNI menjadi bank internasional. Saya sudah minta BNI untuk yang UMKM fokus ke ekspor, jadi UMKM Indonesia, kalau mau ekspor, BNI siap," jelas Erick melalui live Instagramnya, Jumat (23/7/2021).

Ia pun meminta manajemen BNI yang memiliki kantor cabang di sejumlah negara, seperti London, New York, dan Hong Kong untuk segera memetakan potensi diaspora tersebut.

Erick mengungkapkan sebagian besar perantau Indonesia hanya berprofesi sebagai mahasiswa dan pekerja, jarang ada pengusaha. Sementara itu, perantau negara lain seperti India dan Thailand justru banyak menjadi pengusaha dengan membuka restoran di Inggris.

"Nah, itu yang saya minta juga BNI untuk mulai menggarap diaspora kita yang ada di luar negeri yang memang tinggal di sana terlepas mereka WNI atau sudah jadi warga negara mana, tapi kan itu Indonesia," paparnya.

Lebih lanjut, Erick menyakini sinegisitas antara perantau dan BUMN, terkhusus BNI akan memberikan kesempatan mereka untuk naik kelas menjadi pengusaha di luar negeri, seperti membuka restoran ataupun melakukan kegiatan-kegiatan bisnis lainnya yang berkaitan dengan ekspor produk-produk asal Indonesia.

Berdasarkan sejarah, BNI dilahirkan dengan cita-cita menjadi kekuatan moneter di dunia internasional. Kini, dengan enam kantor cabang di luar negeri, BNI mendapatkan amanah dari Kementerian BUMN agar menjadi bank yang fokus pada pelayanan dan jaringan internasional.

BNI mempunyai jaringan kantor cabang luar negeri (KCLN) di enam pusat keuangan dunia, yaitu Singapura, Hong Kong, Tokyo (Jepang), New York (Amerika Serikat), Seoul (Korea Selatan), dan London (Inggris).

Dengan bank yang mempunyai cabang luar negeri terbanyak di antara bank-bank asal Indonesia lainnya, BNI fokus menjalankan bisnis perbankan internasional seperti trade finance, jasa remittance, international desk, dan financial institution.