Ekonomi

Erick: BUMN Beri Keuntungan Besar Bagi Negara!

Erick: setelah dilakukan pembersihan dan bongkar-bongkar di 2021 keuntungan yang sebelumnya hanya Rp13 triliun menjadi Rp61 triliun.


Erick: BUMN Beri Keuntungan Besar Bagi Negara!
Menteri BUMN Erick Thohir saat meresmikan logo baru Kementerian BUMN. Ia mengatakan keberadaan perusahaan pelat merah bertujuan untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk negara. (HUMAS KEMENTERIAN BUMN)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan keberadaan perusahaan pelat merah bertujuan untuk memberikan keuntungan sebesar-besarnya untuk negara.

"Sejak awal dilantik menjadi Menteri BUMN, saya langsung melakukan bersih-bersih dan membenahi BUMN ternyata ada hasilnya di mana keuntungan yang dihasilkan meningkat bahkan berlipat ganda," kata Erick di sela acara penyebaran bantuan dari BNI Peduli sebagai bentuk apresiasi kepada perawat dan bidang di Sukabumi, Jawa Barat, seperti dilansir dari Antara, Minggu (23/1/2022).

Menurut Erick, pada 2020 total keuntungan yang dihasilkan dari perusahaan BUMN hanya Rp13 triliun, namun setelah dilakukan pembersihan dan bongkar-bongkar BUMN di 2021 keuntungannya melonjak drastis menjadi Rp61 triliun.

baca juga:

Keuntungan dari BUMN tentunya untuk negara yang kemudian disalurkan kembali melalui berbagai program untuk rakyat mulai dari pembangunan, peningkatan kesejahteraan, perekonomian dan lain sebagainya. Sejalan dengan itu semua, Kementerian BUMN pun terus membuat berbagai program berkesinambungan bersama pihak lain untuk meningkatkan kualitas kehidupan rakyat Indonesia seperti program dukungan dan pendampingan usaha khususnya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), beasiswa serta lainnya secara berkesinambungan.

"Dampak pandemi COVID-19 memang berat khususnya di sektor perekonomian, tetapi kami berupaya memaksimalkan BUMN untuk memberikan keuntungan bagi negara dan turut mendukung serta membantu penanganan COVID-19," tambahnya.

Erick mengatakan setiap perusahaan BUMN harus membuat program yang tepat sasaran dalam penyaluran dana corporate social responsibility (CSR), jangan sampai anggaran untuk tanggung jawab sosial perusahaan ini malah menjadi pemborosan. 

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir juga mengatakan dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan Indonesia perlu mengubah strategi yaitu jangan selalu mengandalkan sumber daya alam (SDA) saja, tetapi sumber daya manusianya yang harus menjadi andalan.

"SDM menjadi komponen terpenting dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bangsa Indonesia, apalagi seperti diketahui pada 2034 mayoritas warga Indonesia berusia muda atau di bawah 40 tahun, maka dari itu, sejak saya menjabat Kementerian BUMN terus mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi SDM untuk membangkitkan bangsa ini," terangnya. 

Oleh karena itu, dikatakan Erick, sejak awal menjabat dirinya mulai mengubah strategi penyaluran corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan BUMN yang awalnya programnya banyak tetapi nilainya kecil, mulai tahun lalu penyalurannya diprioritaskan kepada manusianya seperti bea siswa, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sebagainya.[]