News

Epidemiolog UI Apresiasi Keputusan Presiden Terkait Keharusan Booster

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang kembali memperketat syarat perjalanan dan kunjungan ke pusat perbelanjaan.


Epidemiolog UI Apresiasi Keputusan Presiden Terkait Keharusan Booster
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada warga di Denpasar, Bali, Selasa (14/6/2022). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

AKURAT.CO  Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang kembali memperketat syarat perjalanan dan kunjungan ke pusat perbelanjaan. Menurutnya, keputusan itu sudah tepat sebab faktanya ancaman gelombang COVID-19 semakin nyata di depan mata. 

Kewajiban booster bagi pelaku perjalanan maupun ke pusat perbelanjaan dia anggap sudah tepat sebagaimana diamanatkan presiden. 

"Menurut saya data sebenarnya kasus COVID-19 sudah meningkat dan menurut saya anjuran presiden itu benar untuk booster karena booster nggak meningkat-meningkat dari 67 persen," katanya, Selasa (5/7/2022). 

baca juga:

Dia meyakini masyarakat sudah mulai lupa dengan ancaman yang ada. Karenanya, COVID-19 dianggap masyarakat sudah bukan lagi wabah yang harus dikhawatirkan. 

"Masyarakat sudah lupa dengan COVID-19 karena memang datanya itu seolah-olah tidak meningkat-meningkat ke 2000, padahal perkiraan saya kalau meningkat dari 1000 ke 2 ribu, dua minggu lagi akan meningkat jadi 4 ribu," ungkapnya. 

Menurut dia, terjadi keanehan data kasus COVID-19. Terutama dalam dua minggu terakhir. Dari data kasus yang ada, kasus COVID-19 di tanah air seperti terkendali dengan baik. "Menurut saya itu terjadi keanehan data Indonesia, itu luar biasa terkendali angka kasusnya," ungkapnya. 

Menurut dia, pernyataan presiden Jokowi terkait booster, kata dia, harusnya menjadi triger untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan bahaya yang mengancam dan belum benar-benar hilang dari Indonesia dan duniam

"Ya seharusnya memang mulai dipikirkan bagaimana kasus COVID-19 yang sudah meningkat ini jangan kita baru sadar kalau angkanya sudah lebih besar," kataya.