News

Epidemiolog UGM Sebut Hepatitis Akut Tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

Riris menerangkan, hepatitis varian baru ini sampai hari ini masih belum diketahui penyebab utamanya.


Epidemiolog UGM Sebut Hepatitis Akut Tak Berhubungan dengan Vaksin Covid-19

AKURAT.CO Penyakit hepatitis akut misterius yang tengah mewabah dan menyerang kelompok anak disebut tak memiliki kaitan dengan pemberian vaksin Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Pakar Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad dalam webinar ‘KAGAMA Health Talks #8 : Mengenal dan Mencegah Hepatitis Misterius’ yang disiarkan melalui kanal YouTube KAGAMA Channel pada Sabtu, (14/5/2022).

Riris menerangkan, hepatitis varian baru ini sampai hari ini masih belum diketahui penyebab utamanya. Maka dari itu, masih disebut sebagai 'unknown Hepatitis'.

baca juga:

Sementara, dikarenakan sifatnya yang timbul secara mendadak dan cepat memburuk, maka disebut juga dengan 'hepatitis akut'.

"Perlu kita pahami dan juga kita sebarkan kepada masyarakat bahwa hepatitis yang masih tidak diketahui penyebabnya ini bisa dikatakan tidak berhubungan dengan adanya vaksin Covid-19," kata Riris.

Perihal hipotesis yang menduga hepatitis misterius disebabkan oleh vaksin Covid-19 bermunculan di masyarakat, Riris tak merasa aneh. Lantaran adanya adenovirus yang ditemukan dalam beberapa kasus unknown hepatitis di Eropa.

Sebagaimana diketahui, satu atau dua vaksin Covid-19 dibuat memakai teknologi adenovirus sebagai vektor untuk memicu munculnya kekebalan tubuh dari Covid-19.  

Dia menegaskan, jika adenovirus sebagai penyebab unknown hepatitis sebernarnya masih menjadi hipotesis.

"Sebab adenovirus hanya ditemukan beberapa saja atau bukan pada semua kasus unknown hepatitis. Sehingga, unknown hepatitis tidak berhubungan dengan vaksin Covid-19," imbuhnya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu per 10 Mei 2022 kemarin menyampaikan bahwa jumlah kasus hepatitis akut telah mencapai angka 436 dari 27 negara.

Di Indonesia sendiri, per 13 Mei 2022, jumlah kasus hepatitis akut tercatat sebanyak 17 kasus. Satu di antaranya sudah masuk kategori probable. Dirjen Maxi pun menyampaikan bahwa investigasi aktif kepada penyebab hepatitis akut ini masih terus dan sedang dilakukan di seluruh dunia.[]