Ekonomi

EoDb Jakarta Turun Dua Peringkat


EoDb Jakarta Turun Dua Peringkat
Ilustrasi Investasi (SHUTTERSTOCK.COM)

AKURAT.CO, Indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB) yang baru dirilis Asia Competitiveness Institute (ACI) menunjukkan Provinsi DKI Jakarta turun dari peringkat kedua menjadi peringkat keempat dalam hal kemudahan berbisnis di Indonesia.

Posisi Jakarta dikalahkan oleh Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang masing-masing menduduki posisi pertama, kedua, dan ketiga.

"Skor Jakarta pada indikator 'Responsiveness to Business and Competitive Policies' yang terbilang rata-rata, menunjukkan bahwa Jakarta masih kurang kompetitif dibandingkan dengan provinsi lain yang mengalami banyak kemajuan," ujar Mulya saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (21/11).

Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, hal tersebut berpotensi membuat calon investor tidak lagi menjadikan Jakarta tujuan utama investasi dan beralih ke provinsi lain, yang dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta akan melambat dan berimbas pada penyerapan tenaga kerja.

Research Fellow sekaligus Deputy Director ACI Mulya Amri mengatakan penurunan tersebut disebabkan oleh performa Jakarta yang stagnan.

Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto mengatakan proses perizinan bangunan yang menjadi salah satu indikator penting kemudahan berbisnis masih bermasalah.

"Hingga saat ini, belum ada inovasi yang signifikan terkait dengan proses perizinan di Jakarta. Ini salah satunya disebabkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai garda terdepan perizinan mempunyai banyak masalah," kata Wendy.

Selain itu, kata Wendy, kompleksnya regulasi di tingkat nasional maupun provinsi juga menjadi faktor penting dalam efisiensi pengurusan perizinan. Ditambah lagi, saat ini belum ada keterlibatan sektor swasta dalam perumusan kebijakan.

"Kompleksnya proses perizinan di Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi Pemprov DKI Jakarta dan juga para pelaku properti," ujar Wendy.

Terkait dengan indeks EoDB yang dikeluarkan ACI sendiri, Co-Director ACI Tan Kong Yam mengklaim bahwa indeks ACI tersebut lebih komprehensif dibandingkan indeks serupa yang dikeluarkan oleh Bank Dunia.

Indeks ACI dihitung berdasarkan statistik ekonomi dan menggabungkan pandangan dari 925 pelaku bisnis di 33 provinsi.

Menurut Tan Kong Yam, para investor saat ini tengah mengamati bagaimana pemerintah provinsi mempermudah prosedur investasi. Bagi mereka, lanjutnya, reformasi peraturan saja tidak cukup.

"Untuk memutuskan tujuan investasi, mereka juga mempertimbangkan kondisi infrastruktur dan tenaga kerja, potensi pasar, dan efektivitas biaya. Oleh karenanya, kami memasukkan faktor-faktor tersebut dalam indeks ini," ujar Tan Kong Yam.[]

Sumber: Antara