Rahmah

Enteng Tapi Berat di Timbangan, Ini Kata Nabi Amalan yang Memastikan Anda Masuk Surga

Sangat disayangkan sekali jika Anda tidak mau mengamalkan ini


Enteng Tapi Berat di Timbangan, Ini Kata Nabi Amalan yang Memastikan Anda Masuk Surga
Ilustrasi (thesun.co.uk)

AKURAT.CO  Kelak di hari pembalasan semua manusia akan ditentukan apakah akan masuk ke surga atau ke neraka. Itu setelah manusia melewati hari pertimbangan amal (yaumul hisab).

Seorang yang amal baiknya lebih berat daripada amal buruknya maka ia akan masuk surga. Namun sebaliknya, jika amal buruknya lebih berat, maka ia akan masuk neraka dan disiksa di dalam api neraka.

Pada hari itu tidak ada manusia yang bisa mengelak atas apa yang dilakukan selama di dunia. Semua anggota badannya menjadi saksi atas apa yang pernah diperbuat di dunia. Yaumil hisab ini menjadi jembatan setiap orang kembali ke surga atau neraka.

Demikian seperti yang digambarkan dalam hadits riwayat al-Hakim dari Salman. Melalui riwayat ini, Rasulullah saw. bersabda:

   يُوضَعُ الْمِيزَانُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَوْ وُزِنَتْ أَوْ وُضِعَتْ فِيهِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ لَوُضِعَتْ فَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ يَا رَبِّ لِمَنْ يَزِنُ هَذَا؟ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى لِمَنْ شِئْت مِنْ خَلْقِي فَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ سُبْحَانَك مَا عَبَدْنَاك حَقَّ عِبَادَتِك.   

Artinya: Pada hari Kiamat, timbangan amal akan diletakkan. Andai langit dan bumi ditimbang atau diletakkan di atasnya, niscaya akan tertimbang. Kemudian para malaikat bertanya, “Wahai Tuhanku, untuk siapa timbangan ini?” Allah menjawab, “Untuk makhluk-Ku yang Aku kehendaki.” Malaikat pun berkata, “Maha suci Engkau, maka selamanya kami akan menyembah-Mu dengan sebenar-benarnya.” (HR Al-Hakim).

Taukah Anda kalau ada amalan yang sangat-sangat ringan namun berat dalam timbangan? 

Amalan yang sangat ringan, namun berat dalam timbangan amal ini dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut:

خَصْلَتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَهُمَا يَسِيرٌ، وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ قَالُوا: وَمَا هُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: يُسَبِّحُ أَحَدُكُمْ عَشْرًا، وَيَحْمَدُ عَشْرًا، وَيُكَبِّرُ عَشْرًا فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ، فَتِلْكَ خَمْسُونَ وَمِائَةٌ بِاللِّسَانِ، وَأَلْفٌ وَخَمْسُ مِائَةٍ فِي الْمِيزَانِ   

Artinya: “Dua amalan yang tidaklah dihitung (dijaga) oleh seorang muslim kecuali akan masuk surga. Dua amalan itu sangat sederhana, namun orang yang menunaikannya sedikit. Ditanya oleh para sahabat, ‘Amal apa itu, wahai Rasulullah?’ Beliau meneruskan, ‘Salah seorang kalian bertasbih sepuluh kali, membaca tahmid sepuluh kali, dan membaca takbir sepuluh kali setiap usai shalat. Jadi totalnya 150 kali dalam lisan, namun jadi 1500 dalam timbangan amal,’” (HR Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dll).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa amalan yang ringan namun berpahala besar adalah bertasbih sepuluh kali, membaca tahmid sepuluh kali, dan membaca takbir sepuluh kali setiap usai shalat. Jadi totalnya 150 kali dalam lisan. Wallahu A'lam.[]