Olahraga

Enggan Menggebu-Gebu Menuju Tokyo, Ginting Kenang "Fighting Spirit" Asian Games

Enggan Menggebu-Gebu Menuju Tokyo, Ginting Kenang
Atlet tunggal putra nasional Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, ketika berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/7). (PBSI)

AKURAT.CO, Anthony Sinisuka Ginting kini sedang dalam masa menuju turnamen puncak yang bisa diharapkan oleh seorang pebulutangkis di generasinya, Olimpiade Tokyo 2020. Atlet tunggal putra berusia 24 tahun tersebut akan menempuh olimpiade pertama dalam kariernya dengan berusaha untuk mengendalikan gairahnya.

“Pasti excited karena siapa yang tidak mau main Olimpiade? Tapi tetap saya manage pikiran juga, jangan terlalu berlebihan tapi jangan terlalu turun juga karena belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya,” kata Anthony di Jakarta, Rabu (1/7), sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

“Kadang kalau terlalu excited banget, semangat menggebu-gebu malah tidak bisa kontrol di lapangannya."

baca juga:

Menghadapi Tokyo, Anthony berusaha belajar dari pengalaman bertanding di perhelatan multicabang yang pernah diikutinya sebelumnya. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta.

Ketika itu Anthony nyaris menciptakan Indonesian All Final menghadapi Jonatan Christie jika ia tidak cedera di semifinal menghadapi lawan asal Chinese Taipei, Chou Tien Chen. Padahal, Anthony melewati undian sulit di mana ia mengalahkan Kento Momota di perdelapan final dan Chen Long di perempat final.

"Saya mencoba mengingat kembali momen-momen di mana saya bisa bermain bagus dengan fighting spirit yang tinggi. Misalnya seperti di minggu-minggu Asian Games 2018 atau di China Terbuka 2018. Diingat-ingat lagi bagaimana bisa sampai di titik itu. Semangatnya mau saya bawa ke Olimpiade nanti," kata Anthony.

Di bawah kepelatihan Hendry Saputra, Anthony saat ini semakin mendekati fase akhir persiapan menuju Tokyo. Sempat kalah menghadapi Shesar Hiren Rhustavito dalam simulasi di Pelatnas Cipayung beberapa waktu lalu, Anthony kini berfokus meningkatkan kondisi fisiknya.

“(Kondisi fisik) itu yang harus dijaga karena kan nanti di pertandingan tidak gampang lawan-lawannya. Jadi dari awal latihan sampai selesai benar-benar all-out. Dalam arti setiap pukulan, setiap program yang diberikan coba dijalankan dengan baik,” kata Anthony.

Bersama wakil Indonesia lainnya, Anthony akan berangkat ke Jepang lebih awal pada 8 Juli untuk terlebih dahulu melakukan pemusatan latihan di Kumamoto. Total, Indonesia mengirimkan dua pasangan ganda putra, dua tunggal putra, dan masing-masing satu utusan di ganda campuran, ganda putri, dan tunggal putri.[]