News

Tak Pandang Bulu,  Anak Buah Anies Segel Rumah Mewah di Kawasan Menteng 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat.


Tak Pandang Bulu,  Anak Buah Anies Segel Rumah Mewah di Kawasan Menteng 
Sebuah rumah mewah di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat disegel Anies Baswedan karena langgar IMB (ISITIMEWA)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyegel sebuah rumah mewah di Jalan Lembang No. 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Rumah gedong setengah jadi itu disegel gara-gara melanggar peraturan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma membenarkan hal itu, dia bilang penyegelan kali adalah yang kedua kalinya, sebelumnya bangun itu pernah disegel pihaknya pada 2020 lalu karena masalah yang sama.

Dhay menuturkan, pada penyegelan pertama pemilik bangunan kemudian menyanggupi pembongkaran sendiri atas pelanggaran pembangunan yang dilakukan dan menyesuaikan dengan izin yang ada, kemudian pemilik mengajukan permohonan pembukaan penyegelan pada Februari 2021.

"Setelah penyegelan dibuka (penyegelan 2020) tetap dilakukan pengawasan dan pemantauan atas pembangunan tersebut, dan ditemukan kembali pelanggaran ketentuan yang berlaku," kata  Dhany ketiaka dikonfirmasi Minggu (13/6/2021).

Dhany mengklaim pelanggaran kedua ini ditemukan pada  area basement, kata dia, pembangunanruang  bawah tanah itu menyalahi aturan jadi  harus diuruk dan disesuaikan dengan perizinan yang ada. Dhany telah menugaskan Kepala Sudin CKTRP Jakarta Pusat untuk memerintahkan pemilik bangunan segera melakukan pengurukan secara permanen terhadap luasan area basement yang melanggar.

"Terkait masih ditemukan pelanggaran dalam proses pembangunan di rumah tinggal di Jl. Lembang No. 7, saya menugaskan Sudin CKTRP Kota Administrasi Jakarta Pusat untuk menyegel bangunan tersebut. Selanjutnya, akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Berikut kronologi penyegelan pembangunan rumah mewah tersebut:

- Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap pelaksanaan kegiatan bangunan rumah tinggal telah diterbitkan pada tanggal 23 Oktober 2018 untuk penggunaan bangunan sebagai rumah tinggal 2 lantai + 1 basement.

- Pelaksanaan kegiatan bangunan tersebut tidak sesuai izin yang diterbitkan dan ditemukan pelanggaran berupa:

- pelanggaran jarak bebas samping kiri, kanan, dan belakang,

- penambahan lantai 3 di bagian belakang,

-  penambahan luas basement seluas 328 meter persegi, di mana sesuai izin yang ada, luas basement adalah 198 meter persegi.

- Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) Kota Administrasi Jakarta Pusat telah mengeluarkan sanksi, berupa Surat Peringatan, Surat Segel, Surat Perintah Bongkar, hingga Rekomendasi Teknis Bongkar secara bertahap.

-Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama unsur/instansi terkait telah melakukan penertiban terpadu pada tanggal 28 September 2020 dan 19 Januari 2021.

- Pascapenertiban terpadu, pemilik bangunan menyatakan akan melanjutkan pembongkaran sendiri.

- Pada 24 Februari 2021, Sudin CKTRP Kota Administrasi Jakarta Pusat telah mencabut papan segel pada bangunan tersebut.

- Menindaklanjuti arahan Gubernur, pada 9 Juni 2021 telah dilakukan pengawasan dan pemeriksaan kembali, dan ditemukan pelanggaran berupa area basement seluas 324,75 meter persegi.[]

 

Bayu Primanda

https://akurat.co