Ekonomi

Enggak Boleh Asal-asalan, Debt Collector Harus Hormati Etika Penagihan Utang!

Akhir-akhir ini memang sedang banyak sekali viral kasus kekerasan yang terjadi kepada para Debt Collector yang sedang melaksanakan kewajibannya


Enggak Boleh Asal-asalan, Debt Collector Harus Hormati Etika Penagihan Utang!
Ilustrasi utang (ISTIMEWA )

AKURAT.CO Akhir-akhir ini memang sedang banyak sekali viral kasus kekerasan yang terjadi kepada para debt collector yang sedang melaksanakan kewajibannya untuk menagih pembayaran utang yang belum dibayarkan oleh debitur yang sudah lewat dari tanggal jatuh tempo.

Tapi jangan salah, karena masih banyak juga kasus dimana banyak debt collector yang melakukan penagihan dengan melanggar etika penagihan yang sudah diterapkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kepada debitur yang sedang menunggak.

Seperti perusahaan pembiayaan atau multifinance yang melakukan penarikan paksa kendaraan menggunakan jasa penagih utang atau debt collector.

Nah, untuk menghindari kedua hal ini yang bisa merugikan baik pihak perusahaan pinjol (pinjaman online), debitur dan petugas yang menagih (debt collector) akhirnya OJK menerapkan aturan baru terkait penagihan dengan langsung atau pergi ke tempat tinggal debitur.

Peraturan Baru untuk Melindungi setiap Pihak yang Terlibat

Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan dokumen yang harus disiapkan ini mulai dari kartu identitas hingga surat resmi dari perusahaan pembiayaan yang memberikan penugasan kepada debt collector tersebut.

Sementara itu bagi perusahaan pembiayaan, sebelum melakukan aksi penagihan dan penarikan jaminan diwajibkan untuk mengirim surat peringatan terlebih dahulu kepada debitur terkait kondisi kolektabilitas yang sudah macet.

Aturan ini pun ditetapkan oleh OJK untuk wajib dipatuhi oleh seluruh perusahaan pembiayaan (multifinance/leasing) yang sudah terdaftar di OJK.

Etika Penagihan Pinjaman Multifinance/Leasing yang Harus Diketahui

Sumber: Cermati