Ekonomi

Enggak Ada Mental Bawahan, 3 Weton Ini Dipercaya Lebih Layak Jadi Bos Hingga Pengusaha

Selain ramalan zodiak, nyatanya ada juga ramalan berdasarkan weton yang digadang-gadang bisa mendeteksi termasuk soal kehidupan karier seseorang


Enggak Ada Mental Bawahan, 3 Weton Ini Dipercaya Lebih Layak Jadi Bos Hingga Pengusaha
Ilustrasi weton jadi bos besar (Unsplash)

AKURAT.CO Selain ramalan zodiak, nyatanya ada juga ramalan berdasarkan weton yang digadang-gadang bisa mendeteksi termasuk soal kehidupan karier seseorang. Bahkan ada weton yang pasalnya sangat cocok dari menjadi wirausaha hingga menjadi bos besar.

Weton adalah hari kelahiran manuia menurut penanggalan Jawa. Perhitungan weton diadaptasi dari kalender Jawa yang menggunakan dua sistem penanggalan.

Cara menghitung weton berdasarkan hari dan pasaran, tetapi ada juga yang dihitung berdasarkan bulan tahun kelahiran.

Dalam budaya Jawa, weton merupakan perhitungan hari lahir seseorang yang digunakan sebagai patokan untuk menunjuk ramalan tertentu.

Weton biasanya digunakan untuk menghitung kecocokan jodoh, watak seseorang, kesuksesan, bahkan rezeki atau keberuntungan. 

Oleh karena itu, saat diterapkan untuk menentukan suatu keputusan penting, maka perhitungan weton hanya bisa dilakukan oleh parents. Biasanya perhitungan weton diserahkan kepada orang yang dituakan dan dianggap memiliki cukup ilmu untuk melakukannya. 

Kalender jawa terdiri dari 7 hari yang diadaptasi dari kalender Islam ditambah dengan 5 hari pasaran jawa. Di sini, weton yang menerangkan hari kelahiran merupakan gabungan dari hari kalender Islam dengan 5 hari pasaran jawa.

Dalam hal ini, cara menghitung weton bisa dilakukan dengan menjumlahkan nilai dari hari dan pasaran yang dimiliki orang, pada weton kelahirannya.

Kemudian cara yang kedua yakni berdasar pada bulan dan tahun jawa. Berbeda dengan cara pertama, neptu bulan dan tahun biasanya digunakan untuk memperkirakan musim tanam, musim hujan, musim kemarau, hama penyakit pada tanaman, jumlah panen, tangkapan ikan, dan lain sebagainya.

Dilansir dari akun instagram @pakarkejawen. Menurut kepercayaan primbon Jawa, ada 3 weton yang disinyalir pantas banget jadi wirausaha hingga bos besar.

Pekerjaan yang Cocok untuk Weton Rabu Pahing

Orang dengan weton kelahiran Rabu Pahing diyakini paling cocok membangun usaha sendiri dan menjadi bos untuk usahanya.Berdasarkan sifat, watak dan kepribadiannya mereka dianggap tak punya mental pegawai. Sehingga lebih cocok jadi wirausahawan.

Kebiasaan mereka untuk membantah nampaknya akan membuat mereka sulit bertahan, bila harus menjadi seorang pekerja biasa. Berdagang boleh, bertani boleh, makelaran bagus, atau freelancer tak masalah.

Pekerjaan yang Cocok untuk Weton Sabtu Pon

Weton Sabtu Pon yang memiliki sifat ketelitian dan kesabaran, nyatanya membuat orang kelahiran tersebut juga cocok dengan pekerjaan yang mengandalkan ketelitian dan kesabaran.

Diantaranya pekerjaan yang cocok untuk para orang weton Sabtu Pon yakni peneliti, seniman, peternak, petani, dan arsitektur. Selain itu, cocok juga sebagai wirausahawan.

Adapun untuk jenis usahanya sendiri, paling bagus adalah yang berhubungan dengan udara. Misalnya, budidaya perikanan, usaha pembuatan perahu atau kapal, pertanian sawah, dan lain sebagainya. Watak lakuning banyu, biasanya menjadikan orang-orang ini pandai memancing.

Pekerjaan yang Cocok untuk Weton Selasa Legi

Kelahiran weton Selasa Legi juga diramal tak cocok jadi bawahan. Karena sifat bawaannya jika bekerja pada orang lain, yang ada malah dipecat, atau mengundurkan diri karena terlalu banyak membantah atasan. Maka mereka lebih cocok bekerja sebagai pengusaha, termasuk juga menjadi pengajar, pemimpin atau usahawan.

Adapun ketika menjadi guru, dosen, atau tenaga pengajar mereka dipercaya mampu mengatur dan mengarahkan muridnya secara ikhlas untuk meraih kesuksesan. Lantaran watak dasar merek yang murah hati.

Sedangkan, dengan karakter yang pemberani dan penuh kehati-hatian dalam mengambil keputusan dapat menunjang mereka dalam kepemimpinan.

Setidaknya mereka bisa menjadi pemimpin, seperti kepala desa, ketua organisasi, camat, bupati, dan lain-lain yang berpangkat mumpuni.[]