Lifestyle

6 Tempat Angker di Bogor, Mau Uji Nyali?

Berikut tempat-tempat angker yang bisa kamu kunjungi sekaligus sebagai ajang uji nyalimu di Bogor, setelah masa PPKM berakhir.


6 Tempat Angker di Bogor, Mau Uji Nyali?
Kebun Raya Bogor memiliki tempat angker, yang bisa kamu kunjungi (LIPI)

AKURAT.CO, Membicarakan hal ghaib memang tak pernah ada habisnya. Dengan usia Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang memang sudah cukup tua, tak heran lagi kalau sangat banyak tempat yang kuat dengan unsur mistis.

Berikut tempat-tempat angker yang bisa kamu kunjungi sekaligus sebagai ajang uji nyalimu di Bogor, setelah masa PPKM berakhir nanti.

Gunung Salak Bogor

Meskipun Gunung Salak menawarkan keindahan alam yang luar biasa, namun di tempat ini terdapat banyak kisah misteri di dalamnya. Bahkan, Gunung Salak kerap disebut sebagai gunung terangker di Jawa Barat.

Hal ini lantaran banyaknya pendaki yang hilang dan meninggal dunia saat mendaki puncak di Gunung Salak. Bahkan menurut warga setempat, banyak peristiwa mistis yang terjadi di tempat tersebut.

Selain itu, banyak penduduk percaya adanya penjaga makhluk gaib di lereng Gunung Salak. Makhluk tersebut berwujud Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, seorang raja paling terkenal sepanjang zaman Kerjaan Siliwangi.

Tak hanya sosok mahluk penjaga lereng, banyak sosok gaib yang dipercaya ada oleh masyarakat, seperti sosok nenek renta yang tinggal di sisi tebing dan suara wanita menjerit di kawasan jatuhnya pesawat Sukhoi. Hiih!

Makam Belanda, Kebun Raya Bogor

Makam yang sudah ada sejak tahun 1800-an di Kebun Raya Bogor ini memang terkenal dengan cerita mistisnya.

Beberapa masyarakat mengaku pernah mendengar suara-suara aneh, saat melintasi kawasan makam ini. Bahkan, ada yang mengaku melihat penampakan sesosok hitam yang suka berlarian di makam ini.

Danau Gunting

Masih di Kawasan Kebun Raya Bogor, Danau Gunting menjadi salah satu tempat angker di Kebun Raya Bogor, selain Makam Belanda.

Sebab, beberapa petugas kebersihan mengatakan bahwa pada malam hari, ada sesosok noni Belanda yang kerap muncul berjalan-jalan di sunga ini. Selain itu, beberapa warga yang memancing di danau ini pernah menemukan ular raksasa yang meuncul dari tengah danau.

Makam Mbah Sakim

Jika mendengar kata makam, biasanya yang teringat pertama kali dalam fikiran adalah hal-hal yang menyeramkan seperti halnya makam Mbah Sakim di Cicadas, Bogor, ini. Konon, makam ini menjadi salah satu makam kramat yang ada di Kabupaten Bogor.

Meskipun keramat dan terkenal menyeramkan, tapi tidak sedikit juga yang datang ke tempat ini untuk berziarah dan berdoa. Kadang-kadang, dijadikan wisata religi juga oleh sebagian orang.

Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango tak hanya jadi tempat favorti bagi para pendaki di sekitaran Bogor atau Jakarta. Gunung ini terkenal memiliki cerita mistis, yaitu Kisah Lima 'Penunggu' Gunung Gede Pangrango, yang kerap mengganggu pendaki.

Lima 'penunggu' tersebut yang terkenal mengganggu para pendaki antara lain genderuwo, raksasa bertubuh serba putih, hantu berkepala dua, hantu pembawa senter dan geromobolan pendaki gaib.

Terowongan Paledang

Saat siang dan malam, keadaan di Terowongan Paledang memang sangat jauh berbeda. Pada siang hari, banyak sekali pedagang yang mendirikan tenda di jalan raya, di atas terowongan tersebut.

Namun keadaan tersebut sungguh jauh berbeda ketika malam hari. Para pedagang ogah berjualan ketika malam sudah tiba.

Hal tersebut dikarenakan Terowongan Paledang merupakan salah satu lokasi yang angker di Bogor. Pada tahun 2000-an, terowongan sepanjang 10 meter ini pernah menewaskan 12 orang pelajar yang nekat naik di atas atap kereta.

Kronologisnya, para korban tak melihat bahwa kereta akan memasuki terowongan. Lalu, kepala mereka terbentur dan tubuhnya terlindas. 

Sampai saat ini, banyak warga sekitar yang mengalami kejadian mistis pada malam hari seperti mendengar suara tangisan, suara orang membawa tas berat dan muncul penampakan sosok tubuh tanpa kepala.

Buat kamu yang suka dengan wisata horor, boleh coba berkunjung ke tempat-tempat ini pada malam hari. Namun, usahakan datang bersama pihak pengelola tempat tersebut atau masyarakat asli di tempat ini.

Apabila pengelola tempat wisata atau masyarakat asli tidak menyarankan kamu untuk berwisata ke tempat tersebut saat malam hari karena satu dan lain hal, maka lebih baik turutilah.[]