Lifestyle

6 Tanda Anak Harius Pindah TK yang Jarang Disadari Orangtua

6 Tanda Anak Harius Pindah TK yang Jarang Disadari Orangtua
Ilustrasi anak belajar di TK (Unsplash/Benson Low)

AKURAT.CO, Saat anak baru pertama kali merasakan kegiatan prasekolah di Taman Kanak-kanak, merupakan hal yang wajar bila mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Umumnya, anak membutuhkan waktu sekitar beberapa pekan sebelum bisa terbiasa dan merasa nyaman dengan lingkungan baru di TK.

Pada masa ini, orangtua harus memberikan perhatian lebih bisa sekaligus mewaspadai enam tanda, yang mengindikasikan bahwa anak tidak baik-baik saja selama belajar di sekolah TK-nya. Bahkan  mungkin perlu dipindahkan ke TK lain. 

Berikut ini lima tanda anak harus pindah TK, seperti dilansir dari laman The Jerusalem Post.

baca juga:

Enggan berpisah dengan orangtua

Banyak anak kesulitan untuk berpisah dari orang tua, ketika baru pertama kali masuk sekolah TK. Kesulitan ini biasanya memudar seiring dengan berlalunya waktu, karena sudah nyaman sekolah di TK.

Bila setelah beberapa pekan anak masih terus-menerus menangis, bergantung pada orang tua atau menolak untuk pergi ke TK, orang tua perlu waspada. Perilaku tersebut mungkin merupakan tanda ada hal yang membuat anak tidak nyaman di sekolah TK-nya.

Tidak membagikan apa yang diajarkan di TK

Tak sedikit anak mengalami kesulitan untuk berpisah dengan orangtua sebelum mengenal seperti apa kegiatan TK. Akan tetapi, pulang dalam keadaan yang ceria. 

Mereka mungkin akan mengekspresikan keceriaan tersebut dengan berlari sambil tertawa dan memeluk orangtua, menunjukkan gambar yang mereka buat atau menyanyikan lagu yang mereka pelajari, ketika pulang sekolah.

Orang tua sebaiknya lebih memperhatikan, bila anak pulang dari TK dalam kondisi menangis, tampak bergantung pada orang tua atau tidak banyak berbagi mengenai pengalamannya di TK. 

Perilaku ini bisa menjadi pertanda bahwa anak merasa tidak nyaman selama berkegiatan di TK, sehingga tidak mendapatkan apa yang dipelajarinya di TK.

Kemunduran perilaku

Sebagian anak memang akan cenderung kembali pada kebiasaan lamanya seperti mengempeng atau menjadi lebih manja ke orang tua, ketika berkegiatan di tempat baru. 

Hal ini lumrah terjadi, bila hanya di awal saja. Bila perilaku ini terus berlanjut atau semakin berat, bisa jadi perilaku tersebut mengindikasikan bahwa anak merasa tidak aman dan lebih nyaman bersama orangtua.

Reaksi negatif pada pegawai

Waktu biasanya membangun kepercayaan anak pada orang-orang di lingkungan barunya, seperti guru atau pegawai di TK-nya. 

Bila setelah dua atau tiga pekan anak masih menunjukan sikap enggan atau apatis terhadap pegawai atau guru TK-nya, hal tersebut patut dipandang sebagai tanda peringatan.

Sering luka dan lapar 

Anak mungkin sesekali jatuh saat bermain dan pulang dengan sedikit luka. Akan tetapi, orang tua patut waspada bila anak sering terjatuh di TK dan pulang dengan memiliki luka, bekas gigitan atau dalam keadaan lapar. Kondisi tersebut dapat mengindikasikan bahwa kepedulian dan pengawasan di tempat TK tidak baik.

Menemukan TK yang benar-benar sempurna untuk anakmemang sulit. Akan tetapi, orang tua bisa berupaya agar anak bersekolah di TK yang jauh dari isu pengabaian, penyiksaan, atau kekerasan.[]