Ekonomi

Enam Strategi Transformasi KemenkopUKM, Buat UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Dalam rangka meningkatkan kapasitas, jangkauan, dan inovasi koperasi, mewujudkan UMKM Naik Kelas Kemenkop UKM menetapkan enam strategi transformasi.


Enam Strategi Transformasi KemenkopUKM, Buat UMKM dan Koperasi Naik Kelas
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Dalam rangka meningkatkan kapasitas, jangkauan, dan inovasi koperasi, mewujudkan UMKM Naik Kelas dan Modernisasi Koperasi, Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan enam strategi transformasi.

Dimana menurut Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim menyebutkan sebanyak enam strategi transformasi tersebut diharapkan akan semakin majunya sektor riil di Indonesia.

"Dari enam strategi transformasi tersebut terdiri dari transformasi koperasi modern, tranformasi dari sektor informal menjadi formal, tranformasi UMKM ke pasar ekspor dan rantai global, tranformasi digital dan penciptaan kewirausahaan baru dan yang terakhir adalah memperkuat penyaluran dana bergulir fokus pada koperasi sektor produktif serta meningkatkan layanan pemasaran produk umkm terintegrasi melalui SMESCO." ucapnya pada saat webinar asmiDIGITalk #2 menggantikan menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Koperasi modern akan dikembangkan melalui perluasan model bisnis koperasi dan fasilitasi pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi koperasi. Selain itu juga melalui pembiayaan dan penjaminan koperasi dengan skema permodalan, penerapan GCG (Good Corporate Governance) koperasi melalui sistem pengawasan terpadu, dan pengembangan SDM perkoperasian serta jabatan fungsional.

Sementara untuk usaha mikro diharapkan outcome yang tercapai berupa terwujudnya usaha mikro yang naik kelas. Untuk itu pihaknya mendorong pembiayaan usaha mikro melalui fasilitasi penguatan modal, kemudahan izin dan perlindungan di area infrastruktur publik, pengembangan rantai pasokan usaha mikro melalui standarisasi dan skema jaringan pemasaran. Kemudian pengembangan kapasitas usaha mikro melalui transformasi informal menuju formal.

Bidang UKM dengan outcome, mendorong pelakunya masuk ke pasar ekspor melalui pengembangan investasi dan UKM dengan skema pembiayaan dan potensi investasi serta pengembangan SDM UKM melalui fasilitasi pelatihan dan pendampingan. Seiring dengan pengembangan kawasan atau kluster UKM berbasis ekspor.

Selanjutnya pengembangan kawasan dan rantai pasok UKM berbasis tematik potensi kewilayahan dan kemitraan serta perluasan akses pasar melalui scalling up produk UKM.

Lalu untuk bidang Kewirausahaan dengan outcome peningkatakan rasio kewirausahaan yang saat ini 3,47 persen yang akan berfokus pada konsultasi bisnis dan layanan pendampingan usaha serta pengembangan teknologi informasi dan inkubasi usaha

Hal itu ditunjang dengan pengembangan ekosistem bisnis melalui kerja sama dunia usaha/industri dan perguruan tinggi, pembiayaan wirausaha melalui perluasan akses pembiayaan dan fasilitasi permodalan.

"Oleh karna itu, dalam rangka mewujudkan upaya yang dilakukan pemerintah tersebut, maka diperlukan berbagai sinergi peran dan kontribusi oleh para pemangku kepentingan baik swasta, organisasi masyarakat maupun pihak lainnya," ucapnya kembali. []