News

Enam Calon Tersangka Hadiri Prarekonstruksi Penganiayaan Kece, Siapa Saja?

Bareskrim Polri telah menggelar pra-rekonstruksi kasus penganiayaan M Kece, tersangka kasus penistaan agama. 


Enam Calon Tersangka Hadiri Prarekonstruksi Penganiayaan Kece, Siapa Saja?
Brigjen Pol Andi Rian (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menggelar pra-rekonstruksi kasus penganiayaan M Kece, tersangka kasus penistaan agama. 

Dalam pra-rekontruksi, penyidik menghadirkan enam orang calon tersangka, termasuk Irjen Pol Napoleon Bonaparte.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyebutkan, pra-rekonstruksi dilakukan sebagai penyesuaian antara fakta yang di lapangan dengan hasil berita acara pemeriksaan saksi serta calon tersangka.

"Pra-rekonstruksi sudah dilaksanakan tadi malam. Dihadiri saksi kejadian dan calon tersangka," ungkap Andi Rian dalam keterangannya kepada media, Sabtu (25/9/2021).

Dalam pra rekontruksi, penyidik tidak menghadirkan M Kece, selaku korban atau pelapor.

Saat ditanyakan Irjen Pol. Napoleon Bonaparte salah satu yang ditersangkakan, Andi menjawab tunggu hasil gelar perkara pekan depan. 

"Iya tunggu saja minggu depan," ucap Andi.

Sebelumnya, polisi mengatakan belum bisa melakukan gelar perkara penganiayaan terhadap M Kece pekan ini karena masih membutuhkan keterangan tambahan terhadap beberapa saksi.

"Ada beberapa keterangan yang harus dikonfrontasi," kata Andi.

Disebutkan pula jumlah saksi yang diperiksa sebanyak 18 orang dalam perkara dugaan penganiayaan terhadap Kece di Rutan Bareskrim Polri, Kamis (26/8).

Kedelapan belas saksi itu terdiri atas empat petugas penjaga tahanan, dua saksi ahli (dokter pemeriksa Kece), pelapor dan terlapor, sisanya adalah saksi dari pihak tahanan Rutan Bareskrim Polri. 

Andi mengatakan, dari  pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti terungkap kronologis awal penganiayaan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/8) dini hari rentang waktu pukul 00.30 WIB sampai dengan 01.30 WIB.

Peristiwa diawali saat Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama tiga tahanan lainnya masuk ke kamar sel isolasi M Kece pada sekitar pukul 00.30 WIB.

Satu orang saksi tahanan lainnya disuruh mengambil plastik putih ke kamar Napoleon Bonaparte yang kemudian diketahui berisi tinja (kotoran manusia).

"Oleh NB, kemudian korban dilumuri dengan tinja pada wajah dan bagian badannya. Setelah itu berlanjut pemukulan/penganiayaan terhadap korban MK oleh NB," kata Andi.

Peristiwa penganiayaan tersebut diduga berlangsung selama satu jam, terlihat dari bukti rekaman kamera pengawas (CCTV), tercatat pukul 01.30 WIB, NB dan tiga tahanan lainnya meninggalkan kamar sel Kece.

Selain itu, cara Irjen Pol Napoleon Bonaparte bisa masuk ke kamar sel M Kece diketahui telah menukar terlebih dahulu gembok kamar sel milik Kece dengan kamar sel tahanan lainnya berinisial H alias C. []