Lifestyle

6 Bahaya Mengintai Bayi yang Sering Terpapar Kipas Angin

Berikut enam bahaya penggunaan kipas angin pada bayi secara tidak benar dan terus menerus, yang dikutip dari berbagai sumber


6 Bahaya Mengintai Bayi yang Sering Terpapar Kipas Angin
Ilustrasi bayi menangis karena kepanasan (pixabay.com)

AKURAT.CO, Ketika cuaca panas, penggunaan kipas angin menjadi jalan keluar agar kondisi suhu di dalam ruangan bisa kembali normal. Alhasil, kipas angin kerap diperlukan agar Si Kecil tidak merasa kepanasan. 

Menurut sebuah studi dari Archives of Pediatrics, Si Kecil yang tidur di ruangan dengan kipas udara dan memiliki ventilasi di ruangannya, bisa mengalahkan dan menurunkan 75% risiko terkena SIDS atau yang dikenal sebagai sindrom kematian bayi mendadak.

Walaupun kipas angin mampu membantu menyejukkan kamar bayi dan mengurangi resiko SIDS, tetapi orangtua perlu mengetahui bahwa ada aturan di mana udara yang dihasilkan oleh kipas angin tidak boleh diarahkan langsung ke tubuh bayi, karena bisa membahayakan kesehatan Si Kecil. 

Jika Ayah dan Bunda termasuk sering menggunakan kipas angin di rumah, maka perlu mengetahui beberapa informasi mengenai penggunaan kipas angin, agar pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil tetap optimal.

Berikut enam bahaya penggunaan kipas angin pada bayi secara tidak benar dan terus menerus, yang dikutip dari berbagai sumber. 

Risiko dehidrasi

Saat kipas diarahkan langsung ke tubuh Si Kecil secara terus menerus, selain membuat ruangan dingin, tubuh Si Kecil bisa mengalami kekurangan cadangan air karena sering terkena kipas angin. 

Akibatnya, Si Kecil akan mengalami dehidrasi dan kulit Si Kecil pun juga menjadi kering karena air untuk menjaga kelembapan kulitnya berkurang karena kipas angin. 

Bahkan, bayi umumnya menunjukkan tanda-tanda sering kehausan, jika terlalu lama berada di ruangan yang menggunakan kipas angin.

Kesulitan bernapas

Tidak hanya kekurangan air, paparan angin dari kipas angin yang langsung terpapar ke wajah atau tubuh Si Kecil, dapat berisiko membuatnya kesulitan bernapas. 

Sebab, kebanyakan angin yang berasal dari kipas angin bisa jadi mengandung karbondioksida yang hanya berputar-putar di sekitar ruangan karena tidak ada aliran atau pertukaran udara di sekitarnya. 

Akhirnya, udara yang terhirup oleh Si Kecil pun tidak terbaharui, sehingga oksigen tidak dapat terhirup dengan baik olehnya.

Hipotermia

Paparan angin dari kipas angin memang membantu Si Kecil dalam mendinginkan suhu tubuhnya. Namun, jika terlalu lama, kipas angin dapat menjadi penyebab hipotermia pada Si Kecil, dimana suhu tubuhnya berkurang drastis dari suhu normalnya. Berbahaya pula, jika Si Kecil mengalami penurunan suhu tubuh di bawah normal. 

Infeksi pernapasan

Kipas angin memiliki risiko buruk terhadap kesehatan pernapasan bayi, karena kipas angin dapat membawa debu atau kotoran yang terbawa angin dan terhidup oleh Si Kecil. 

Walau pun kipas angin sering dibersihkan dan memiliki filter penyaring debu, tidak menutup kemungkinan adanya debu yang dapat terhirup oleh Si Kecil hingga menyebabkan infeksi saluran pernapasan tertentu. 

Jika si Kecil terlalu sering menghirup angin dari kipas angin, dia akan berisiko terkena asma saat menginjak usia balita.

Sinusitis

Ketika udara ruangan terasa kering karena suhu dingin yang dihasilkan oleh kipas angin, selaput lendir dalam hidung pun biasanya juga akan ikut kering.

Semakin kering selaput lendir dalam hidung Si Kecil, maka produksi lendir akan semakin banyak. Produksi lendir yang berlebih dalam hidung itu akan mengganggu saluran pernapasan dan dapat menyebabkan iritasi sinus di saluran pernapasan sehinnga terjadi sinusitis.

Masalah otot

Paparan angin yang dihasilkan dari kipas angin dapat mengakibatkan Si Kecil terkena masalah otot. Sebab, suhu dingin pada tubuh menyebabkan menurunnya produksi pelumas cairan otot dan sendi, sehingga otot menjadi kaku dan berisiko terkena nyeri otot. 

Si Kecil yang terlalu sering terpapar angin kipas angin saat malam hari ketika ia tidur, di pagi harinya saat bangun akan sering menangis, karena nyeri di sekujur tubuhnya atau bisa jadi lebih rewel daripada saat dia kepanasan.[]