Lifestyle

4 Kayu Khas Indonesia yang Mantap untuk Furnitur

Apa saja jenis kayu khas Indonesia untuk furnitur? Berikut ini daftar empat jenis kayu khas Indonesia yang menawan dan berkualitas tinggi


4 Kayu Khas Indonesia yang Mantap untuk Furnitur
Suasana pameran furnitur yang diselenggarakan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/3). Pameran furnitur terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 12 Maret 2018 yang diikuti oleh berbagai produk furnitur dari berbagai daerah. Pemerintah sendiri menargetkan pasar ekspor produk furnitur dan kerajinan Indonesia pada 2018 bisa mencapai US$2 miliar dan pada 2019 nilainya ditargetkan mencapai US$2,5 miliar (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kamu lagi ingin membuat furnitur sendiri, untuk melengkapai interior rumah di akhir tahun? Material yang mungkin terpikirkan untuk membaut furnitur adalah kayu. 

Mungkin kamu hanya mengenal jenis kayu seperti kayu jati atau meranti saja. Padahal ada banyak lagi jenis kayu khas Indonesia yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, terutama untuk membuat furnitur.

Bersumber dari akun Instagram Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, ada 4 kayu Indonesia yang tidak hanya eksotis tetapi juga memiliki banyak manfaat termasuk untuk mmebuat furnitur.  

Apa saja jenis kayu khas Indonesia tersebut? Berikut ini daftar empat jenis kayu khas Indonesia yang menawan dan berkualitas tinggi, selain kayu jati dan kayu meranti.

Kayu Trembesi 

Kayu trembesi adalah salah satu kayu khas Indonesia yang memiliki guratan urat yang indah, yang cocok untuk menjadikan furnitur. 

Kayu ini sering digunakan sebagai bahan pembuatan furnitur, ukiran, dan patung. Peminat furnitur dari kayu trembesi kebanyakan di pasar lokal dan Asia karena kecantikan urat kayunya. 

Selain dijadikan bahan baku furnitur, kayu trembesi ternyata mampu menyerap hingga 28,5 ton gas CO2 atau Karbon dioksida.

Kayu Merbau

Jenis kayu khas Indonesia selanjutnya adalah kayu merbau. Kayu ini biasa tumbuh di wilayah Maluku dan Papua. 

Kayu merbau sering disebut sebagai kayu besi, karena memiliki kualitas yang unggul dan keras sehingga cocok buat furnitur. Kayu ini berwarna coklat abu gelap atau coklat gelap, dengan arah serat yang hampir lurus

Tak hanya furnitur, kayu merbau sering digunakan sebagai parkit lantai, tiang bangunan, bak truk hingga bahan konstruksi karena kekerasan dan durabilitas nya. Harga kayu jati dan kayu merbau saat ini cukup bersaing di pasaran. 

Kayu Albasia

Nama lain dari kayu albasia adalah kayu sengon. Jenis kayu ini dapat dengan mudah ditemukan di toko bangunan dalam bentuk kaso atau papan. 

Kayu jenis ini merupakan jenis kayu lunak dengan karakter kayu yang berbulu dan berpori-pori besar. Karakter kayu albasia ini membuatnya sulit dijadikan meterial pembuatan frunitur. 

Hal ini membuat banyak orang yang beranggapan jika kayu sengon ini memiliki kualitas yang rendah. Namun, permintaan kayu jenis ini mulai meningkat dari tahun ke tahun. 

Hal ini membuktikan jika kayu albasia atau sengon dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Kayu sengon biasa digunakan sebagai bahan utama pembuatan kayu olahan seperti tripleks, stick ice cream, pensil hingga bahan baku membuat kertas. 

Kayu Eboni

Jenis kayu khas Indonesia selanjutnya adalah kayu eboni. Dengan nama latin Diospyrus Celebica.

Kayu eboni memiliki warna yang cantik, yaitu perpaduan dari warna hitam dengan coklat dan urat kayu, yang kontras pada jenis kayu Indonesia yang terkenal dengan nama Macassar Ebony dan Black Ebony. 

Perpaduan warna yang eksotis inilah yang membuat kayu jenis ini banyak diburu oleh bangsa Jepang, Eropa, dan Amerika. Sayanagnya kayu jenis ini mulai sulit untuk ditemukan. 

Puncak dari ekspor kayu eboni terjadi pada tahun 1973, yang mencapai 26.000 m3 dan terus menurun.  

Lalu, saat ini kayu eboni ditetapkan oleh IUCN dan 2000 World Conservation Union (WCN) Red List of Threatened Species sebagai kayu yang dilindungi.[]