Rahmah

Empat Alasan yang Membolehkan Salat Lihurmatil Waqti

Empat Alasan yang Membolehkan Salat Lihurmatil Waqti
Suasana salat (AKURAT.CO/Handaru M Putra)

AKURAT.CO Salat lihurmatil waqt artinya adalah salat untuk menghormati waktu. Salat ini dilakukan manakala syarat-syarat salat belum terpenuhi.

Dalam fiqih, shalat lihurmatil waqt boleh dilaksanakan karena beberapa sebab;

Pertama, tidak menemukan air atau debu sebagai media untuk bersuci. Hal ini ditegaskan di dalam kitab An-Najmul Wahhaj Fi Syarhil Minhaj, juz 1, halaman 479

baca juga:

(ومن لم يجد ماء ولا ترابا) لكونه في موضع ليسا فيه (.. لزمه في الجديد أن يصلي الفرض) لحرمة الوقت

Artinya: “siapa yang tidak menemukan air atau debu pada tempat yang memang susah ditemukan air atau debu tersebut. Wajib menurut qaul jadid untuk shalat fardhu sebagai penghormatan terhadap waktu”

Kedua, tidak mampu mengetahui masuknya waktu shalat. Hal ini dikatakan di dalam kitab Hasyiyah Al-Jamal Ala Syarhil Minhaj, juz 1, halaman 407;

إذَا كَانَ قَادِرًا عَلَى الْمَعْرِفَةِ بِالِاجْتِهَادِ وَإِلَّا صَلَّى لِحُرْمَةِ الْوَقْتِ (قَوْلُهُ فَمَنْ صَلَّى بِدُونِهَا لَمْ تَصِحَّ صَلَاتُهُ)

Artinya: “siapa yang sholat tanpa mengetahui waktu masuknya shalat, maka shalatnya tidak sah jika ia mampu mengetahui dengan ijtihadnya. Kalau tidak mampu mengetahui dengan ijtihad, maka ia harus sholat lil hurmatil waqt”

Ketiga, ditemukan najis pada tubuh dan jika dicuci dengan air, maka bisa mendatangkan mudharat. Hal ini disebutkan di dalam kitab Asna Al-Mathalib Fi Syarh Raudh Ath-Thalib, juz 1, halaman 93;

وَمَنْ عَلَى بَدَنِهِ نَجَاسَةٌ يَخَافُ مِنْ غَسْلِهَا وَمَنْ حُبِسَ عَلَيْهِمَا (يُصَلُّونَ) وُجُوبًا (الْفَرِيضَةَ) لِحُرْمَةِ الْوَقْتِ

Artinya; “siapa yang pada tubuhnya terdapat najis dan ia khawatir jika bermudharat ketika dicuci, atau yang tertahan menggunakan air. Maka wajib melaksanakan sholat fardhu lil hurmatil waqt”

Keempat, tidak menemukan tempat yang suci untuk melaksanakan shalat. Hal ini ditegaskan di dalam kitab Al-Hawi Al-Kabir, juz 1, halaman 275;

وَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَوْضِعًا طَاهِرًا وَلَا بِسَاطًا طَاهِرًا صَلَّى لِحُرْمَةِ الْوَقْتِ

Artinya: “ siapa yang tidak menemukan tempat yang suci atau karpet yang suci, maka shalatlah lil hurmatil waqt”

Itulah empat kondisi yang membolehkan seseorang melakukan salat lihurmatil waqtu. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Khususnya bagi siapapun yang masih belum paham terkait pembahasan penting ini. Amin.[]