Ekonomi

Emil Salim Ingin Logo Djarum Hilang, Deddy Corbuzier Heran: Kok Baru Sekarang Rame?


Emil Salim Ingin Logo Djarum Hilang, Deddy Corbuzier Heran: Kok Baru Sekarang Rame?
Seorang anak mengenakan baju bertuliskan Indonesia saat melihat anak-anak lain bermain bulutangkis di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah, saat Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum 2019, Minggu (8/9). (ANTARA/Idhad Zakaria)

AKURAT.CO Warganet masih dihebohkan dengan pembahasan mengenai pamitnya PB Djarum pasca desakan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menutup semua audisi beasiswa Bulutangkis, karena ada unsur industri rokok.

Bahkan mantan Menteri era Soeharto sekaligus Ekonom senior Emil Salim pun turut berkomentar mengenai hal ini di akun media sosialnya. Dia menginginkan PB Djarum agar melepaskan embel-embel brand rokok yang melekat pada audisi beasiswa bulutangkis tersebut.

“Djarum = brand name perusahaan rokok bernikotin yang merusak kesehatan perokok. Bulu-tangkis = olahraga populer yang bertolak-belakang dengan penggunaan nikotin, khususnya anak muda. Bisakah program bulutangkis ini bernama INDONESIA tanpa embel-embelan Djarum?" cuit Emil Salim, pada akun Twitternya, yang dipantau Akurat.co, Selasa (10/9/2019).

Seperti diketahui Audisi umum PB Djarum merupakan salah satu ajang pencarian bibit-bibit muda atlet badminton terbesar di Indonesia. Dimulai pada 2006, audisi umum ini digelar setiap tahun hingga 2019 ini.

Audisi umum PB Djarum biasanya fokus pada seleksi pemain kelompok umur, mulai dari U-11 hingga U-13. Pada awalnya audisi umum PB Djarum bersifat pencarian bakat, bukan seleksi terbuka.

Kemudian pasa tahun ini PB Djarum harus menutup Audisi pada tahun 2020 semenjak KPAI menyebut audisi tersebut mengandung eksploitasi terhadap anak karena penggunaan logo usaha rokok.

Kendati demikian, artis sekaligus host kondang, Deddy Corbuzier, mempertanyakan mengapa baru mempersalahkan audisi bulutangkis saat ini, padahal PB Djarum sudah menyelenggarakan seleksi beasiswa tersebut sejak 2006.

"Kalau secara logika.. Memang bener pasang logo Djarum di dada anak-anak lagi olahraga kaya kampanye rokok terselubung.. Cuma yang gw aneh.. Ini acara kan udah dari tahun 2006 ya.. Kok baru sadarnya sekarang... Ributnya sekarang.. Lah kemarin-kemarin kemana aja... Kok ga masalah.. Bro..," ucap tweet Deddy Corbuzier, dalam akun Twitternya. []