Ekonomi

Emak-emak Ingat! Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter Cuma Sampai Akhir Bulan Ini

Kemendag mengumumkan bahwa kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter akan berakhir pada 31 Januari 2022 mendatang


Emak-emak Ingat! Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter Cuma Sampai Akhir Bulan Ini
Sejumlah warga antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di halaman Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa kebijakan minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter akan berakhir pada 31 Januari 2022 mendatang.

Hal ini menyusul langkah Kemendag menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14.000/liter yang berlaku mulai 1 Februari 2022.

" Kenapa perubahan kebijakan ini terjadi. karena saat ini belum optimal. Saat ini ada beberapa kendala. Masyarakat masih kesulitan mencari minyak goreng terjangkau ini," beber Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan saat konferensi pers virtual, Kamis (27/1/2022).

baca juga:

Oke Nurwan menjelaskan terkait dengan anggaran pembiayaan selisih harga minyak goreng subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), maka anggaran tersebut hanya berlaku sampai 31 Januari 2022.

" Mulai 1 Febuari, karena harga CPO sudah diturunkan melalui DPO, maka dalam hal ini pembayaran selisih harga tidak lagi diperlukan. Sehingga BPDPKS tak perlu siapkan anggarannya," imbuhnya. 

Seperti diketahui, kebijakan HET ini akan mulai berlaku pada 1 Februari 2022. Mendag Muhammad Lutfi juga menyampaikan selama masa transisi yang berlangsung hingga 1 Februari 2022, kebijakan minyak goreng satu harga sebesar Rp14.000/liter tetap berlaku.

“ Hal tersebut dengan mempertimbangkan memberikan waktu untuk penyesuaian serta manajemen stok minyak goreng di tingkat pedagang hingga pengecer,” jelasnya.

Mendag Muhammad Lutfi menginstruksikan para produsen untuk mempercepat penyaluran minyak goreng serta memastikan tidak terjadi.kekosongan di tingkat pedagang dan pengecer, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

“ Kami kembali mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli dan tidak melakukan panic buying karena pemerintah menjamin stok minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau. Selain itu, Pemerintah juga akan mengambil langkah-langkah hukum yang sangat tegas bagi para pelaku usaha yang melanggar ketentuan,” tegas Mendag.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan mulai 27 Januari 2022 Kementerian Perdagangan menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) untuk terus menjaga dan memenuhi ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau.

" Kebijakan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan kebijakan minyak goreng satu harga yang telah berlangsung selama satu minggu terakhir," ujar Mendag Lutfi, saat  konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (27/1/2022).

Mekanisme kebijakan DMO atau kewajiban pasokan ke dalam negeri berlaku wajib untuk seluruh produsen minyak goreng yang akan melakukan ekspor. Nantinya, seluruh eksportir yang akan mengekspor wajib memasok minyak goreng ke dalam negeri sebesar 20 persen dari volume ekspor mereka masing-masing Mendag menjelaskan, kebutuhan minyak goreng nasional pada 2022 adalah sebesar 5,7 juta kilo liter.[]