Lifestyle

Emak-emak Barbar Ngamuk dan Maki Kurir, Ketahui Metode Belanja COD yang Benar

Emak-emak Barbar Ngamuk dan Maki Kurir, Ketahui Metode Belanja COD yang Benar
Ilustrasi barang COD tak sesuai ekspektasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh seorang ibu yang marah besar dan memaki petugas kurir pengantar barang belanjaan online, karena barang yang diterimanya tak sesuai dengan yang ia mau.

Ia merasa ditipu, dan menurutnya, belanja online adalah sebuah modus penipuan. Karena barang tak sesuai ekspektasi, kurir jadi sasaran. Meski sudah mencoba menjelaskan pada si ibu, sang kurir tetap kalah galak.

Wanita itu memberondongnya dengan untaian kata-kata mencabik hati. Kurir hanya mampu menjelaskan bahwa barang COD tak dapat dibuka bungkusnya. Jika sudah dibuka, takan bisa lagi dikembalikan. Mendengar itu, sang ibu makin meradang. Apalagi di sampingnya, ada ibu-ibu lain yang seolah bertugas sebagai tukang kompor. Ulala...

baca juga:

Lalu apa sebenarnya metode pembayaran cash on delivery alias COD ini?

Metode pembayaran Cash on Delivery (COD) alias bayar di tempat di lokapasar (e-commerce) memudahkan konsumen yang ingin berbelanja secara daring meski tidak memiliki dompet digital, kartu debit atau kartu kredit.

Lokapasar-lokapasar yang beroperasi di Indonesia telah menyediakan keterangan mengenai tata cara berbelanja dengan fitur pembayaran tunai ketika barang diterima konsumen untuk mengakomodasi kepentingan semua pihak.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, mengatakan pihaknya terus mengedukasi pengguna terkait langkah-langkah yang perlu diperhatikan oleh pengguna untuk menjaga transaksi belanja yang aman dan nyaman.

"Seperti misalnya memastikan reputasi toko penjual serta deskripsi dan ulasan produk dari pembeli," kata Ekhel, Sabtu, (22/5).

Carilah toko-toko yang terbukti punya reputasi bagus, salah satunya dengan mencari toko dengan ulasan-ulasan positif dari pembeli. Lihat foto-foto yang diunggah dalam ulasan pembeli dan bandingkan dengan deskripsi yang disediakan oleh penjual. Toko yang terpercaya akan mengirimkan barang sesuai deskripsi.

Demi keamanan bersama, pengguna disarankan untuk tidak melanjutkan komunikasi dan transaksi di luar platform lokapasar. Bila ada pertanyaan lebih lanjut seputar barang yang ingin dibeli, tanyakan kepada penjual melalui fitur percakapan yang tersedia dalam platform.

"Kami juga menyarankan masyarakat untuk merekam video ketika membuka paket," lanjut dia.

Dengan demikian, pembeli punya bukti kuat bila barang yang diterima tidak sesuai dan ingin mengajukan keluhan kepada penjual.

Pada dasarnya, lokapasar sudah menetapkan aturan transaksi dengan pembayaran tunai yang harus ditaati pembeli. Sebagian diantaranya adalah pembeli diwajibkan untuk membayar ke kurir sesuai nilai transaksi sebelum menerima atau membuka paket. Jadi, paket tidak boleh dibuka sebelum pembeli memberikan uang pembayaran kepada mitra logistik.

Jika paket dibuka dan isinya ingin dikembalikan karena dianggap tidak sesuai, uang pembayaran tetap wajib dibayarkan kepada kurir. Keluhan dan cara pengembalian barang bisa diajukan kepada penjual melalui fitur dalam platform.

Ada lokapasar yang memperbolehkan konsumen mengembalikan barang tanpa harus membayar selama paketnya belum dibuka, ada juga yang memperbolehkan barang dikembalikan jika sudah ada kesepakatan dengan penjual jika produk yang diterima tidak sesuai deskripsi, meski disarankan untuk tetap menghubungi penjual terlebih dahulu.

Setiap lokapasar sudah menyediakan penjelasan soal fitur bayar di tempat, jadi konsumen diharapkan membaca terlebih dahulu agar transaksi berjalan lancar dan tidak ada kesalahpahaman kelak.

Kepala Kebijakan Publik Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, mengungkapkan, transaksi belanja daring meningkat secara signifikan, terutama di tengah masa pandemi COVID-19.

"Dan fitur COD yang disediakan Shopee ini tentunya dapat makin membantu dalam perluasan akses dan digitalisasi ekonomi di tanah air," katanya.[]