Ekonomi

Elon Musk Putuskan Beli Tesla Tak Bisa Pakai Bitcoin Karena Dampak Lingkungan

Tesla telah menghentikan sementara pembelian kendaraan dengan menggunakan Bitcoin


Elon Musk Putuskan Beli Tesla Tak Bisa Pakai Bitcoin Karena Dampak Lingkungan
Elon Musk Serius Tentang Tesla Terbang (REUTERS/Joe Skipper)

AKURAT.CO  Tesla telah menghentikan sementara pembelian kendaraan dengan menggunakan Bitcoin, setelah CEO Tesla, Elon Musk mengungkapkan kekhawatirannya terkait efek mata uang kripto terhadap lingkungan dan Iklim.

“Kami prihatin dengan peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi bahan bakar terburuk,” Kata Elon Musk lewat ungghan twitternya yang dikutip, Kamis (13/5/2021).

Karena pernyataan tersebut Bitcoin, turun hampir 8 persen menurut data dari pertukaran cryptocurrency Coinbase.

“Cryptocurrency adalah ide yang bagus di banyak tingkatan dan kami percaya ini memiliki masa depan yang menjanjikan, tetapi tak boleh sampai merusak lingkungan,” tulis Musk.

Seperti diketahui Elon Musk merupakan  pendukung   mata uang kripto dan sempat membuat mata uang kripto harganya melesat naik seperti  Bitcoin dan Dogecoin.

Pada bulan Januari, Bitcoin melonjak ketika Musk memposting #bitcoin  Twitter-nya. Tweet soal kripto kembali lagi pada bulan Februari setelah Tesla mengungkapkan  telah membeli US$1,5 miliar Bitcoin dan membuka transaksi cryptocurrency untuk membeli kendaraan listrik Tesla.

Dengan Bitcoin melonjak drastis pada tahun ini, aktivis iklim mengingatkan  kewaspadaan atas sejumlah besar energi yang dikonsumsi oleh penambangan Bitcoin dengan menggunakan meskin yang memiliki daya konsumsi listrik yang tinggi. 

Penambangan Bitcoin mengkonsumsi listrik setiap tahun setara dengan konsumsi negara Argentina menurut  para peneliti di Universitas Cambridge. Mereka juga mengatakan China menyumbang sekitar 65 persen dari penambangan Bitcoin secara global.

Meski Elon Musk menghentikan transaksi mata uang kripto, namun ia tak menutup kemungkinan bakal dibuka kembali saat transaksi kripto lebih ramah lingkungan.

"tetap menggunakan kripto, segera setelah transisi penambangan ke energi yang lebih berkelanjutan," katanya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu