News

Elon Musk Cibir Jeff Bezos yang Danai Penelitian Teknologi 'Hidup Abadi'

Melalui penelitian itu, diharapkan manusia dapat hidup 50 tahun lebih lama.


Elon Musk Cibir Jeff Bezos yang Danai Penelitian Teknologi 'Hidup Abadi'
Jeff Bezos dan Elon Musk. (Foto: Evening Standard) ()

AKURAT.CO, Pendiri Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos, dikabarkan telah berinvestasi di Altos Labs, perusahaan perintis baru (startup) yang didedikasikan untuk membalikkan proses penuaan.

Dilansir dari New York Post, perusahaan tersebut didirikan tahun ini oleh konglomerat Rusia, Yuri Milner, dan mempekerjakan para ilmuwan dengan gaji setinggi USD 1 juta (Rp14 miliar). Mereka pun bertugas melanjutkan penelitian mereka sendiri tentang bagaimana sel menua dan bagaimana membalikkan proses itu, menurut laporan MIT Tech Review.

Dengan demikian, manusia dapat hidup hingga 50 tahun lebih lama. Bezos pun dilaporkan telah menjadi salah satu investornya. Pria yang tahun ini berusia 57 tahun itu merupakan orang terkaya di dunia dengan perkiraan kekayaan bersih USD 201 miliar (Rp2,8 kuadriliun), menurut Bloomberg Billionaires Index.

"Filosofi Altos Labs adalah melakukan penelitian yang didorong oleh rasa ingin tahu. Melalui startup ini, kami punya kebebasan dan keberanian untuk mengeksplorasi. Tujuannya adalah memahami peremajaan," terang peneliti Altos, Manuel Serrano.

Penelitian Serrano sebelumnya termasuk tikus rekayasa genetika untuk membalikkan usia biologis mereka. Eksperimen ini berhasil mengembalikan sel-sel tikus ke tahap embrionik, tetapi mereka semua terkena tumor.

Peneliti lain yang terlibat dalam proyek ini adalah pemenang Hadiah Nobel, Shinya Yamanaka, yang mengembangkan terobosan teknik pemrograman ulang.

Tak hanya sekali ini, Bezos pernah mendanai penelitian serupa sebelumnya dengan berinvestasi di perusahaan antipenuaan, Unity Biotechnology.

Namun, tindakan Bezos ini dicemooh oleh pesaingnya sesama konglomerat, Elon Musk.

"Dan jika gagal, ia akan menuntut atas kematiannya!" cibir Musk dalam salah satu twit yang memberitakan proyek Bezos tersebut.

Bukan kali ini saja perselisihan antara 2 konglomerat ini memanas. Kedua perusahaan antariksa mereka diketahui bersaing untuk mendapatkan dana dari NASA guna mengembangkan pendarat bulan yang mampu membawa astronaut Amerika Serikat (AS) ke Bulan.

Namun, SpaceX yang didirikan Musk menjadi satu-satunya pemenang, sehingga Bezos sangat kecewa. Blue Origin pun memutuskan bulan lalu untuk menuntut NASA atas keputusannya. Akhirnya, NASA menghentikan sementara seluruh programnya.

"Ternyata Bezos pensiun untuk mengejar pekerjaan penuh waktu mengajukan tuntutan hukum terhadap SpaceX," twit Musk akhir bulan lalu.

Ia merujuk pada Amazon yang mengajukan gugatan untuk memperlambat rencana SpaceX dalam memperluas konstelasi Starlink-nya. Musk bahkan menyarankan agar SpaceX menghancurkan kepala Bezos dengan laser antariksanya.

"Lebih baik uangnya dihabiskan untuk mengembangkan perangkat keras pendarat bulan yang sebenarnya daripada untuk para negosiator culas," sindir Musk dalan twit terpisah usai tersiar kabar bahwa Blue Origin mempekerjakan mantan konsultan Amazon yang terkait dengan kontrak kontroversial Pentagon.

Pertengkaran keduanya pun tampaknya sekarang meluas ke topik selain eksplorasi antariksa. Keributan keduanya juga diyakini akan terus mempengaruhi misi NASA untuk mengirim astronaut ke Bulan. []