Ekonomi

Elon Musk Bedah Kelemahan dan Kekuatan Antara Bitcoin dengan Dogecoin, Seperti Apa?

Investasi mata uang kripto semakin menarik perhatian banyak orang, terlebih didukung oleh sejumlah miliarder dunia seperti Elon Musk


Elon Musk Bedah Kelemahan dan Kekuatan Antara Bitcoin dengan Dogecoin, Seperti Apa?
Dalam file foto tanggal 9 Maret 2020 ini, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk sedang berbicara di SATELLITE Conference and Exhibition di Washington (AP Photo/Susan Walsh)

AKURAT.CO  Investasi mata uang kripto semakin menarik perhatian banyak orang, terlebih didukung oleh sejumlah miliarder dunia seperti Elon Musk. Ini fakta karena memang banyak yang untung di sana. Namun di sisi lain, banyak juga yang merugi besar-besaran.

Trading atau investasi mata uang kripto kini menjadi tren di kalangan anak muda. Salah satu yang cukup tren investasi kripto adalah Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin. Bagi kamu yang pemula investasi mata uang kripto memang tak mudah, karena investasi ini termasuk portofolio high risk.

CEO Tesla Elon Musk percaya bahwa Bitcoin (BTC) tidak begitu baik untuk pembayaran sehari-hari seperti cryptocurrency Dogecoin (DOGE) berbasis meme. Elon Musk membandingkan cryptocurrency terbesar di dunia, Bitcoin, dengan DOGE dalam wawancara Majalah Time tak lama setelah dinobatkan sebagai Time's 2021 Person of the Year.

baca juga:

“Bitcoin bukan pengganti yang baik untuk mata uang transaksional. Meskipun dibuat sebagai lelucon konyol, Dogecoin lebih cocok untuk transaksi. Total aliran transaksi yang Anda lakukan dengan Dogecoin, seperti transaksi per hari, jauh lebih potensial daripada Bitcoin,” kata Musk.

CEO Tesla menekankan bahwa Bitcoin lebih cocok sebagai penyimpan nilai, itulah sebabnya investornya lebih suka menahannya daripada menjualnya atau menggunakannya untuk pembayaran.

“Volume transaksi Bitcoin rendah, dan biaya per transaksi tinggi,” ucap Elon Musk.

Di sisi lain, Dogecoin tidak begitu bagus sebagai penyimpan nilai, Elon Musk mengisyaratkan, mencatat bahwa cryptocurrency “sedikit inflasi.

” Namun, ini "mendorong orang untuk membelanjakan, daripada menimbun sebagai penyimpan nilai," tuturnya, melansir warta ekonomi.

Bitcoin, cryptocurrency paling bernilai di dunia sejauh ini, diluncurkan kembali pada tahun 2009 sebagai “sistem uang elektronik peer-to-peer” dengan total pasokan terbatas sebesar 21 juta BTC. Sebaliknya, DOGE memiliki persediaan tak terbatas setelah koin beralih untuk menyediakan pasokan yang belum ditutup setelah mencapai batas pasokan 100 miliar koin pada pertengahan 2015.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.