Olahraga

Eliud Kipchoge, Legenda dari Kultur Berlari Anak-anak Kenya


Eliud Kipchoge, Legenda dari Kultur Berlari Anak-anak Kenya
Eliud Kipchoge akan menempuh jarak 26,2 mil (42,16 kilometer) di Taman Prater, Wina, Austria, Sabtu (12/10). (REUTERS/Leonhard Foeger)

AKURAT.CO, Pelari maraton pertama yang mencatatkan rekor dunia di bawah dua jam, Eliud Kipchoge, menyebut bahwa berlari baginya adalah sebuah keharusan. Sebagaimana anak-anak di Kenya, mereka menghabiskan waktu mereka dengan berlari.

“Anda tidak tahu (mengapa) Anda berlari karena itu adalah keharusan,” kata Kipchoge sebagaimana dipetik dari BBC.

Peraih emas maraton Olimpiade Rio De Janeiro 2016 itu juga telah terbiasa dengan kegiatan menggunakan kakinya untuk jarak yang jauh. Di masa remaja, ia mengayuh sepeda sejauh 40 kilometer dalam satu trip dari rumah keluarganya ke kota terdekat di Nandy County untuk menjemput susu para petani dan menjualnya ke kota.

Kini, atlet berusia 36 tahun tersebut telah tercatat sebagai nominator penghargaan olahragawan terbaik, Laureus, dalam dua tahun terakhir. Kipchoge bersaing dengan Novak Djokovic, Lewis Hamilton, dan Lionel Messi.

Kipchoge menyebut keberhasilannya melakukan lari di bawah dua jam dalam eksebisi di Wina, Austria, Oktober tahun lalu, adalah puncak pencapaian dalam karirnya. Kini, ia mengincar rekor di bawah dua jam dalam kejuaraan resmi.

“Kini, hal berikutnya. Membuat itu menjadi resmi,” kata fisiografis yang bekerja bersama Kipchoge, Peter Nduhiu, tentang target yang dicanangkan kliennya selepas memecahkan rekor di Austria.

Alih-alih hidup di Eropa dengan status atlet elite, Kipchoge justru memilih bertahan di asrama yang dibangun oleh pelatih yang menemukannya, Patrick Sang. Sang membangun asrama yang terletak di sebuah desa di dataran tinggi di dekat kota Eldoret tempat Kipchoge tinggal, Kapagat, pada 2002.

BBC menyebut suasana asrama tersebut lebih mirip dengan pertapaan biksu. Tenang dan di sana reputasi Kipchouge membuat ia dipanggil “boss man” oleh anggota asrama lainnya. Kipchoge juga punya ruangnya sendiri untuk menunjukkan bahwa ia punya posisi tertentu di sana.

“Mereka memanggil saya itu (boss man) tetapi saya selalu mengecilkan mereka,” katanya.

“Ketika Anda menjadi seorang bos, Anda tidak bisa berpikir lurus. Lebih baik menjadi seorang pemimpin ketimbang menjadi seorang bos. Itu sebabnya mengapa saya juga ikut menjalani tugas mencuci. Itu adalah cara bagaimana untuk menunjukkan cara kepada orang-orang muda. Saya percaya bahwa saya memimpin mereka dalam cara yang baik.”

Ada yang bilang Kipchoge hendak memenuhi ambisinya memecahkan rekor di bawah dua jam dalam kejuaraan resmi di Maraton London yang bakal digelar di ibukota Inggris pada 4 Oktober setelah ditunda dari jadwal semula pada 20 April karena wabah virus corona.

Dia juga memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelar di Olimpiade Tokyo tahun depan. Dan Kipchoge sendiri menyatakan bahwa ia menargetkan medali emas.[]