News

Elite Politik 'Disentil' Agar Berbicara Lebih Bijak di Hadapan Publik

Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro mengimbau kepada para elite politik untuk bisa lebih berhati-hati saat memberi gurauan di muka publik.


Elite Politik 'Disentil' Agar Berbicara Lebih Bijak di Hadapan Publik
Partai politik (parpol) ()

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro mengimbau kepada para elite politik untuk bisa lebih berhati-hati saat memberi gurauan di muka publik.

Agung mencontohkan seperti belakangan ini yang ramai diperbincangkan netizen menjadi topik hangat karena pernyataan Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang dinilai telah merendahkan tukang bakso.

"Nah pelajaran yang diambil, mari kita bersama-sama menyikapi dengan arif dan bijak," ujar Agung dalam webiner yang mengusung tema 'Fenomena Komunikasi Politik Menjelang Tahun Politik 2024', Rabu (29/6/2022).

baca juga:

"Seperti pepatah bilang, apa yang kita pikirkan akan membuka jalan hidup kita. Apa yang kita ucapkan akan membimbing kita ke arah tujuan kita," sambungnya.

Bahkan Politikus Partai Golkar ini mengaku pernah disemprot oleh warga karena telah melakukan gurauan kepada Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam rapat kerja di Banggar DPR RI. Padahal, kata Agung, niatnya hanya untuk mencairkan suasana rapat.

"Saya sendiri juga perlu menyampaikan pernah mengalami hal yang buruk ketika dalam RDP. Kebetulan saya di Banggar ketika kita melakukan rapat kerja dengan Menko dari awal Pak Menko ini dengan cara bicara dan dialektika memang asalnya dari Medan. Dari awal juga ngegas terus bicaranya," ungkapnya.

"Kami coba lontarkan dengan bahasa atau gurauan yang membuat cair. Saya bilang bahwa usia Bapak yang 75 tahun ini saya yakin dan percaya Bapak bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Presiden. Tetapi saya ingatkan, Bapak masih kurang senyum. Nah ini komunikasi model begini menurut saya ingin mencairkan suasana. Pak Menko berterima kasih, kemudian yang tragisnya saya malah dibilang sama rakyat berani, sama Menko enggak berani," sambungnya.

Oleh karena itu, Agung meminta kepada elite partai politik untuk berpikir dan menyampaikan pembicaraan lebih positif.

"Alhamdulillah dari partai kami telah mengawali kita berpikir positif kemudian mengambil kesempatan pertama menciptakan atmosfer demokrasi, menciptakan kenyamanan demokrasi menuju koalisi, yang namanya koalisi baru," tutupnya. []