News

Elektabilitas PDIP-Gerindra-Golkar Jadi 3 Besar, Pengamat Ingatkan Perolehan Bisa Berubah

Suara partai (party votes) itu berpotensi berubah dann cenderung naik


Elektabilitas PDIP-Gerindra-Golkar Jadi 3 Besar, Pengamat Ingatkan Perolehan Bisa Berubah
Rilis survei Poltracking Indonesia dengan tema "Proyeksi Kandidat Kuat Kandidasi Pilpres 2024" di Jakarta, Kamis (9/6/2022). (Oktaviani)

AKURAT.CO, Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik (parpol). Hasilnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih teratas dengan perolehan 21.3 persen diikuti dengan Partai Gerindra 10.6 persen.

"PDIP partai politik dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi 16 partai politik peserta Pemilu 2019," ungkap Direktur Poltracking Indonesia Hanta Yuda saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Kemudian diurutan ketiga, diperoleh Partai Golkar 9.9 persen, PKB memperoleh elektabilitas 8.0 persen dan diikuti NasDem dengan 7.3 persen, Demokrat 7.2 persen, PKS 5.8 persen, PAN 4.4 persen, PPP 3.2 persen, dan Perindo 2.1 persen.

baca juga:

Sementara itu, terdapat partai yang memiliki elektabilitas di bawah 1 persen yakni Partai Berkarya dan PSI dengan 0.8 persen, PBB dan Hanura dengan 0.4 persen, Partai Garuda dengan 0.3 persen dan PKPI dengan 0.2 persen. Kemudian pemilih tidak tahu atau tidak jawab 2.0 persen dan tidak mau menjawab atau merahasiakan jawaban 15.3 persen.

Meski demikian, Hanta mengingatkan agar partai politik tak bersenang hati terlebih dahulu. Pasalnya gambaran suara partai (party votes) itu berpotensi berubah dan cenderung naik karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai.

"Hasil elektabilitas itu tidak jauh berbeda dengan perolehan yang lalu, tapi memang PDIP sangat jauh dibanding yang lainnya bisa hampir, bukan hampir tapi naik dua kali lipat dari perolehan runner up nomor dua (gerindra)," pungkasnya.[]