News

Elektabilitas NasDem Merosot Setelah Dukung Anies, Bestari Barus: Alhamdulillah Iklan Gratis

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bestari Barus menjawab santai hasil survey Centre for Political Communications Studies (CPSP) yang menempatkan elektabilitas Partai NasDem terjun bebas menyisakan 2 persen dukungan.

Elektabilitas NasDem Merosot Setelah Dukung Anies, Bestari Barus: Alhamdulillah Iklan Gratis
Mantan Ketua Komisi D DPRD DKI yang juga politisi Partai NasDem Bestari Barus. (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bestari Barus menjawab santai hasil survei Centre for Political Communications Studies (CPSP) yang menempatkan elektabilitas Partai NasDem terjun bebas menyisakan 2 persen dukungan. 

Anggota Tim Pemenangan Partai NasDem wilayah Jakarta-Banten itu justru mengucapkan terima kasihnya kepada lembaga survei itu yang rutin mengampanyekan Partai NasDem dan sikap politik partai besutan bos media group, Surya Paloh itu. 

"Alhamdulillah. Semakin diliput, dibahas dan diulas serta disebar luaskan maka akan menjadi iklan kampanye gratis bagi Partai NasDem. Terima kasih kepada para pihak yang telah bersusah payah," katanya saat dihubungi, Minggu (7/8/2022). 

baca juga:

Dia mempertanyakan motif survei CPSP itu. Sebab, kata dia, Partai NasDem dalam Rakernas beberapa waktu lalu mengusulkan tiga nama yang diproyeksikan menjadi calon presiden partai NasDem tahun 2024. Ketiganya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah yang juga politisi PDIP Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa. 

"Pertanyaannya. Kenapa cuma dikatakan alasanya (melorot elektabilitas NasDem) karena mendukung Anies? Kenapa bukan dikatakan karena dukung Ganjar? atau juga karena dukung Andika Perkasa?" katanya. 

Dia juga mempertanyakan independensi lembaga survey CPSP dalam melakukan survei. Sebab, sorotan hanya diarahkan pada sosok Anies Baswedan. Sementara capres yang diusulkan oleh peserta Rakernas itu ada tiga orang. 

"Ini survei CPSP jadi pertanyaan yang independen atau apa?" katanya. 

Sebelumnya diberitakan, Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta menyatakan elektabilitas Partai NasDem terjun bebas menjadi 2,1 persen dalam survei terbaru yang mereka lakukan pada 22-27 Juli 2022. Padahal, pada survei April 2022, partai besutan Surya Paloh itu disebut memiliki elektabilitas mencapai 4,0 persen. 

"Keputusan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden membuat NasDem ditinggal oleh sebagian pemilih nasionalis,” kata Tri Okta dalam keterangan tertulis pada Kamis (4/8/2022).[]