News

Elektabilitas Golkar Airlangga Meningkat, Ketua DPP: Itu Berkat Kerja Keras

Dave Laksono berpandangan bahwa peningkatan elektabilitas Partai Golkar berkat kerja keras pimpinan dan kader.


Elektabilitas Golkar Airlangga Meningkat, Ketua DPP: Itu Berkat Kerja Keras
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (12/5/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Elektabilitas Partai Golkar dan Ketua Umum, Airlangga Hartarto mengalami peningkatan menurut hasil survei Indonesia Network Election Survey (INES).

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono berpandangan bahwa peningkatan tersebut terjadi berkat kerja keras pimpinan dan kader Partai Golkar.

"Semua selama ini karena kita menyiarkan apa yang sudah Pak Airlangga kerjakan, pembicaraan-pembicaraan beliau sumbangsihnya juga peran dari Partai Golkar di dalam pemerintahan," ujar Dave saat dihubungi AKURAT.CO, Senin (23/5/2022).

baca juga:

"Hari ini ya itu semua adalah hasil akumulasi dari semua ini karena berhasil memimpin Golkar sehingga posisinya (berada di atas) saat ini," sambungnya.

Lebih lanjut, Dave menjelaskan, kiat-kiat yang dilakukan Partai Golkar yakni melakukan konsolidasi ke bawah, komunikasi kepada masyarakat untum menyampaikan kerja-kerja politik .

"Entah Airlangga secara ataupun secara Menko (Menteri Koordinator Bidang Keuangan) entah semua kebijakan yang beliau ambil berdampak langsung kepada masyarakat," tutupnya.

Seperti diketahui, hasil survei menunjukan bahwa nama nama tokoh nasional yang menciptakan polarisasi di masyarakat sebanyak 89,7 persen respoden menyatakan perilaku politik pencitraan Anies Baswedan menimbulkan polarisasi di masyarakat. Lalu sebanyak 80,8 persen menyatakan perilaku politik Ganjar Pranowo menciptakan polarisasi di masyarakat.

"Sementara tokoh lainnya menurut respoden yang perilaku politiknya menciptakan polarisasi di masyarakat Sandiaga Uno 50,3 persen Gatot Nurmantyo 49,2 persen, Ridwan Kamil 30,2 persen Agus Harimurti Yudyono 12,8 persen, Prabowo Subianto 10,9 persen, Airlangga Hartarto 5,9 persen, di mana akibat perilaku politik mereka tercipta opini masyarakat akan satu isu tertentu tentang politik terbentuk akibat perilaku para elite tersebut. Hasilnya masyarakat menjadi terpolarisasi," lanjut Direktur Executive INES, Herry Soetomo.

Sementara untuk Parpol dan Capres nama Partai Golkar bersama Ketua Umumnya Airlangga Hartarto secara mengejutkan bisa menyaingi para pesaingnya. Bahkan Nama Airlangga meraih elektabilitas paling tinggi jika pemilihan Presiden dilakukan pada hari ini. Airlangga dipilih 19,1 persen responden unggul dari Prabowo Subianto yang hanga meraih 16,7 persen.

"Lalu diikuti Ganjar Pranowo 9,7 persen, Andika Perkasa 7,1 persen, Budi Gunawan 6,4 persen, Anies Baswedan 5,7persen, Agus Harimurti Yudhoyono 5,2 persen, Puan Maharani 3,7 persen," terang Herry.[]