News

Elektabilitas Cak Imin Kian Mandek Gara-gara Berseteru dengan Yenny Wahid

ketegangan yang terjadi antara Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Yenny Wahid menunjukkan semakin sulitnya poros PKB menyatu dengan NU kultural.


Elektabilitas Cak Imin Kian Mandek Gara-gara Berseteru dengan Yenny Wahid
Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar saat memberikan kata sambutan dalam acara Parlemen Mengaji di Aula Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (29/5). Fraksi PKB DPR menggelar acara Parlemen Mengaji untuk membudayakan kegiatan-kegiatan positif yang dianjurkan dalam agama Islam di bulan suci Ramadan. Acara yang di hadiri sejumlah anggota DPR Fraksi PKB melakukan acara membagikan santunan kepada anak yatim piatu serta melakukan buka bersama. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan, ketegangan yang terjadi antara Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Yenny Wahid menunjukkan semakin sulitnya poros Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatu dengan Nahdlatul Ulama (NU) kultural.

"Jadi berbalas kata Mbak Yenny dengan Cak Imin itu tentu memperkuat kejauhan memperkuat perbedaan antara NU yang di bawah garis kultural dengan PKB," kata Ray Rangkuti kepada AKURAT.CO, pada Sabtu (25/6/2022).

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) itu menyebutkan, Cak Imin terlalu spontan menyerang Putri Presiden ke-4 RI itu.

baca juga:

Sedangkan, selama ini dukungan terhadap PKB lahir dari basis kekuatan NU sebagai partai dengan suara umat Islam terbesar di Indonesia. 

"Menurut saya mestinya dilakukan oleh Cak Imin itu adalah bagaimana beliau tetap melakukan pendekatan terhadap NU kultural ini sebab basis dari PKB ya dari NU," ujar Ray. 

"Kalau NU-nya tidak memberi cukup dukungan kepada PKB ya faktanya kan kelihatan Cak Imin enggak naik-naik (elektabilitas) suaranya, " sambungnya. 

Di samping itu, kata Ray, elektabilitas Cak Imin sebagai Capres 2024 belum mampu menarik orang di dalam lingkaran NU, maupun orang-orang di luar basis NU itu sendiri. 

"Jangankan orang di luar, (bahkan) di lingkaran NU-nya juga enggak menarik kok (sosok Cak Imin) apalagi yang di luar NU gitu," ucap dia. 

"Karena secara fakta sekarang NU kultural itu yang lagi kuat-kuatnya sekarang, jadi kalau beliau sekarang menyepelekan itu ya faktanya Cak Imin aja masuk sepuluh besar aja enggak (di nominasi) Capres bahkan di Cawapres aja terseok-seok, " tukas dia. []