News

Ekstrakurikuler Luar Sekolah Dilarang Pasca Insiden 11 Santri Ciamis Tewas

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis melarang kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di luar sekolah.


Ekstrakurikuler Luar Sekolah Dilarang Pasca Insiden 11 Santri Ciamis Tewas
Ilustrasi tewas. (Merdeka)

AKURAT.CO Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis melarang kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan di luar sekolah. Hal ini merespons pasca insiden yang menewaskan 11 santri MTs Harapan Baru Pondok Pesantren Cijantung, Kabupaten Ciamis saat susur sungai.

"Kegiatan (ekstrakurikuler) harus difokuskan di dalam sekolah dengan pengawasan ketat,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis Asep Lukman Hakim kepada wartawan, kemarin.

Asep Lukman Hakim menjelaskan, harus ada pembatasan di kegiatan dalam sekolah atau kampus karena masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

"PTM (pertemuan tatap muka) saja terbatas,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Dia berharap ada evaluasi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler madrasah, khususnya kegiatan yang memiliki potensi risiko tinggi.

Keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pembinaan madrasah harus menjadi perhatian dan prioritas.

"Kegiatan yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Ini akan kita evaluasi. Saya sudah meminta Kabid Madrasah Kanwil Jabar agar bisa segera melakukan hal tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Humas MTs Harapan Baru Dandeu Rifai Hielmy menyatakan bahwa sekolah juga akan membatasi kegiatan Pramuka di luar pesantren.

”Insya Allah akan dilakukan pembatasan lingkungan pesantren pada ekstra Pramuka,” ucap Rifai.

Lihat Sumber Artikel di Jabar News Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabar News. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabar News.