Ekonomi

Ekspor Total Produk Pertanian Januari - Oktober 2021 Capai Rp518,8 Triliun

Nilai ekspor produk olahan pertanian pada Januari – Oktober 2021 mencapai Rp478,48 triliun.


Ekspor Total Produk Pertanian Januari - Oktober 2021 Capai Rp518,8 Triliun
Petani memilah bibit padi untuk ditanam di areal persawahan di kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Kamis (7/11/2019). Menteri Pertanian Kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo menargetkan dalam 100 hari kerja akan memetakan data pertanian guna menyediakan pangan bagi 367 juta penduduk Indonesia. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Pusdatin Kementerian Pertanian (Kementan), nilai ekspor produk olahan pertanian pada Januari – Oktober 2021 mencapai Rp478,48 triliun. Sementara total dengan produk pertanian segar, nilai ekspornya mencapai Rp 518,85 Triliun.

“Kontribusi ekspor produk olahan pertanian nilainya mencapai 92,22 persen dari total keseluruhan ekspor pertanian Indonesia selama Januari – Oktober 2021,” sebut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri lewat keteragannya, Kamis (18/11/2021).

Menurut Kuntoro, upaya hilirisasi penting dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi produk pertanian yang akan diekspor. Melalui penguatan hilirisasi, diharapkan komoditas yang diekspor tidak lagi berbahan baku, tapi berbentuk produk turunan atau barang jadi. 

“Dengan begitu, produk ekspor kita memiliki nilai yang lebih tinggi,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tercatat total nilai ekspor pertanian Januari – Oktober 2021 yang meliputi produk olahan dan segar mencapai Rp 518,85 triliun. Nilai tersebut naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Pada Januari – Oktober 2020, nilai ekspor pertanian kita mencapai Rp352,09 triliun. Jadi pada tahun ini, kita meningkat hingga 47,37 persen,” papar Kuntoro. 

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala BPS Margo Yuwono menyebutkan produk pertanian memang turut mendongkrak kinerja ekspor sektor industri pengolahan pada Oktober 2021. 

Minyak kelapa sawit tercatat berkontribusi sebesar 18,52 persen dan produk-produk kimia dasar organik yang bersumber dari pertanian juga tumbuh sebesar 3,74 persen,” ungkap Margo, pada  konferensi pers BPS, Senin (15/11) kemarin,

Margo menyebutkan, kinerja ekspor Indonesia memang terus mengalami peningkatan. Pada periode Januari hingga Oktober tahun ini, Indonesia tercatat membukukan US$186,32 Miliar, atau meningkat 41,8% dibandingkan periode sama tahun lalu. 

"Kinerja nilai ekspor kita lebih baik dari tahun 2019 maupun 2020. Semoga hal ini bisa berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," pungkas Margo. []