Ekonomi

Ekspor Melemah, Gimana Capaian APBN DKI Jakarta Nih Pak Anies?

Realisasi Perpajakan sebesar Rp533,42 triliun atau mencapai 64,65 persen dari target, melonjak naik 62,83 persen


Ekspor Melemah, Gimana Capaian APBN DKI Jakarta Nih Pak Anies?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Penerimaan Dalam Negeri DKI Jakarta hingga 31 Mei 2022 berhasil mencapai Rp675,43 triliun atau 69,70 persen dari target, naik 51,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Hal tersebut dikarenakan ditopang oleh Realisasi Perpajakan sebesar Rp533,42 triliun atau mencapai 64,65 persen dari target, melonjak naik 62,83 persen terutama dari Pajak Penghasilan yang naik 72,62 persen.

“Realisasi penerimaan Bea Keluar/Pungutan Ekspor melesat melampaui target dengan realisasi Rp136,56 miliar atau sebesar 435,46 persen dari target. Peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebanyak 19,86 persen dengan realisasi sebesar Rp142,00 triliun juga turut berkontribusi dalam menjaga kinerja penerimaan di regional DKI Jakarta,” tulis keterangan resmi, Rabu (29/6/2022).

Untuk kinerja neraca perdagangan pada regional DKI Jakarta bergerak ke arah positif dari tahun 2021. Walaupun demikian, selama April 2022 kinerja neraca perdagangan mengalami penurunan. Ekspor DKI Jakarta pada April 2022 sebesar US$0,95 miliar, turun 2,4 persen dibandingkan Maret 2022.

baca juga:

Sedangkan impor DKI Jakarta pada April 2022 sebesar US$5,43 miliar, turun 20,9 persen dibandingkan Maret 2022

“Untuk ekspor utamanya, karena penurunan nilai ekspor logam mulia dan perhiasan permata sebesar 17,2 persen. Kemudian impor utamanya karena penurunan nilai impor mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar 35,8 persen,” jelasnya.

Di sisi lain kinerja pendapatan APBN membaik, pendapatan APBN dan Hibah Wilayah DKI Jakarta hingga 31 Mei 2022 sebesar Rp675,57 triliun atau 69,68 persen dari target naik 51,44 persen atau sebesar Rp229,48 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

“Kenaikan terbesar disumbang oleh Penerimaan Dalam Negeri terutama dari Pajak Penghasilan yang naik 72,62 persen atau sebesar Rp142,15 triliun dibandingkan periode 31 Mei 2021. Hal ini didorong oleh kenaikan PPh Non-Migas Pasal 25/29 dan PPN Dalam Negeri yang disebabkan dari kenaikan harga komoditas serta kegiatan impor yang meningkat,” lanjutnya.

Sementara belanja APBN Wilayah DKI Jakarta sampai 31 Mei 2022 terealisasi sebesar Rp201,31 triliun atau 31,56 persen dari pagu, mengalami penurunan sebesar 11,76 persen dibandingkan periode Mei 2021.

“Penurunan realisasi belanja KL disebabkan adanya arahan untuk melakukan Automatic Adjustment oleh KL kembali, sehingga beberapa perencanaan realisasi batal dilaksanakan,” tambahnya.[]