Ekonomi

Menjanjikan dan Eksotis, Ekspor Ikan Hias Indonesia di Triwulan I Capai Rp137,27 Miliar

Menjanjikan dan Eksotis, Ekspor Ikan Hias Indonesia di Triwulan I Capai Rp137,27 Miliar
Penjual ikan hias saat menunggu para pembeli di Sentra Ikan Hias, Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (9/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Prospek usaha budidaya ikan hias asli Indonesia sangat tinggi mengingat konsumen umumnya menghendaki produk yang tropis, spesifik, endemik dan langka.

Dosen IPB dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Irzal Effendi mengungkakanIndonesia sangat kaya akan sumber daya perikanan, baik perikanan laut maupun darat.

Kekayaan ini pun menempatkan Indonesia di urutan ketiga negara dengan biodiversitas ikan terbesar di dunia. Bahkan terdapat 128 jenis ikan endemik asli Indonesia. Ia mengatakan nilai produksi ikan hias meningkat dari semula US$ 27,6 juta pada 2017 menjadi US$ 34,5 juta di 2021.

baca juga:

Angka ini didominasi oleh ikan hias air tawar 80,63%, sisanya ikan hias air laut. Pada triwulan I 2022 nilai ekspor ikan hias US$8,97 juta atau sekitar Rp137,27 miliar atau terjadi pertumbuhan rata-rata sekitar 6,11%.

"Menariknya, sebagian besar ikan hias yang diekspor adalah endemik Indonesia. Contohnya ikan arwana super red, ikan cupang dan ikan botia. Tampak bahwa ikan asli Indonesia ini menjadi primadona ekspor ikan hias nasional," ungkapnya, kemarin.

Ia menambahkan, ikan arwana super red merupakan jenis ikan arwana termahal yang berasal dari Sungai Kapuas di bagian hulu Sentarum, Kalimantan Barat. Ikan ini berbeda dengan arwana merah maupun emas.

Irzal menuturkan, arwana super red sudah bisa dibudidayakan di luar Kalimantan Barat, artinya memiliki prospek bisnis yang tinggi. Nilai pertumbuhan rata-rata ekspornya juga semakin meningkat, kini sebesar 1,8%.

"Di tengah kondisi pandemi, budidaya ikan hias termasuk arwana super red berkembang dan walau harga jualnya jutaan tapi terus berkembang di tengah kondisi pandemi dan ekonomi yang lesu. Ini adalah suatu prospek yang baik," lanjutnya.

Irzal menungkap, kualitas ikan arwana super red akan menentukan harga jualnya. Ikan yang memenangkan kontes dicirikan dengan bentuk tubuh yang lurus, padat, tebal dan tidak cacat, matanya juga tidak juling.

Selain arwana super red, lanjut dia, ikan botia juga memiliki corak tubuh yang unik dan tingkah laku yang menyenangkan. Penggiat ikan ini akan merasakan kesegaran batin. Ikan asli perairan Sumatera dan Kalimantan ini sudah bisa dipijahkan dengan rangsangan hormon dan lebih baik dibudidayakan dengan sistem resirkulasi.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi