Ekonomi

Ekspor Bulan Maret Menanjak US$27,32 M, BPS Ungkap Ini!

ekspor di bulan April 2022 mengalami peningkatan sebesar US$27,32 miliar atau naik 3,11 persen


Ekspor Bulan Maret Menanjak US$27,32 M, BPS Ungkap Ini!
Kepala Badan Pusat Statistik, Margo Yuwono, saat rilis BPS, Selasa (17/5/22). (Tangakapan Layar YouTube)

AKURAT.CO, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengungkapkan ekspor di bulan April 2022 mengalami peningkatan sebesar US$27,32 miliar atau naik 3,11 persen dibandingkan dengan bulan Maret 2022. Sementara secara tahunan naik sebesar 47,76 persen, walaupun peningakatan ekspor di bulan April 2022 lebih rendah dibandingkan Maret 2022.

“ Perkembangan ekspor kita dari tahun 2021 hingga 2022 baik secara m-to-m atau y-on-y. Secara m-to-m terlihat pada bulan April memang cenderung lebih rendah kalau dibandingakan dengan Maret 2022,” kata Kepala Badan Pusat Statistik, Margo Yuwono, saat rilis BPS, Selasa (17/5/22).

Ia menjelaskan secara bulanan ekspor non migas meningkat sebesar 3,17 persen atau US$25,89 miliar, sedangkan migas 2,01 persen atau US$1,43 miliar secara m-to-m.

baca juga:

“ Untuk petumbuhan secara bulanan ada dua sektor yang mengalami peningkatan yaitu pertambangan dan lainnya. Komoditas di dalamnya karena kenaikan komoditas batu bara. Namun volumenya turun 9,45 persen lebih disebakan kenaikan harga,” jelas Margo.

Lanjutnya, komoditas yang mengalami peningkatan adalah bahan bakar mineral sebesar 113,88 persen, kemudian biji logam perak dan abu sebesar 41,61 persen. Sedangkan ekspor migas dikarenakan oleh nilai ekspor hasil minyak secara bulanan yaitu 32,64 persen.

“ Pertumbuhannya sangat impresif, karena lebih tinggi dari pertumbuhan tahunan pada bulan-bulan sebelumnya. Pada Januari 2022, tumbuh 25,37 persen, Februari 2022 naik 34,19 persen secara bulanan, dan Maret naik 44,37 persen,” lanjutnya.

Peningkatan secara tahunan ini juga didorong oleh peningkatan ekspor migas secara tahunan sebesar 48,93 persen secara y-on-y, dan juga ekspor non miags yang naik 47,69 persen y-on-y.

Sektor yang mengalami penurunan adalah sektor pertanian 8,42 persen dan jika dilihat dari komoditas yang menyebabkan komoditas ini menurun komoditas kopi buah- buahan tahuanan adalah penyumabang terbesar ekspor.

“Di sektor industri pengolahan menurun sebesar 0,89 persen dan kalau kita lihat yang menyebabkan sektor ini menurun karena komoditas bahan perhiasan dan barang berharga,” tuturnya.