Ekonomi

Ekspor Briket UMKM Binaan LPDB-KUMKM Sasar Hongkong dan Irak

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melepas ekspor produk briket arang balok dari UKM asal Tasikmalaya, Jawa Barat.


Ekspor Briket UMKM Binaan LPDB-KUMKM Sasar Hongkong dan Irak
Suasana aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Perlambatan kredit berorientasi ekspor dan impor masih akan berlanjut pada tahun depan. Pasalnya, sejauh ini tantangan ekonomi global belum menunjukan tanda-tanda positif. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melepas ekspor produk briket arang balok dari UKM asal Tasikmalaya, Jawa Barat, CV Mandiri Persada, dengan tujuan Hongkong dan Irak.

Tujuan Hongkong sebanyak 18 ton senilai Rp305 juta, dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp14.200 per dollar AS, dan ke Irak sebanyak 26 ton dengan nilai Rp316 juta. 

Selain Hongkong dan Irak, briket CV Mandiri Persada juga sudah menghiasi pasar belasan negara lainnya di Eropa, Asia, hingga Amerika. Di antaranya Lebanon, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Brazil, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Turki, dan sebagainya. 

Teten mengungkapkan, pihaknya memiliki target untuk mengurangi jumlah usaha mikro yang mayoritas lahir karena tidak terserap lapangan kerja. 

“Sosok usaha kecil seperti CV Mandiri Persada ini yang harus terus kita kembangkan dan besarkan agar naik kelas," tandas Teten, dalam acara pelepasan ekspor CV Mandiri Persada, di Neglasari Jamanis, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (11/9/2021). 

Terlebih lagi, lanjut MenKopUKM, kebutuhan dunia akan briket terus meningkat, seiring dengan kampanye isu lingkungan anti batubara di berbagai belahan dunia. 

“Bahkan, ke depan, tren minyak kelapa bakal semakin menggeser minyak sawit," ungkap Teten. 

Teten menambahkan, pihaknya sedang mengembangkan aneka produk berbasis kelapa, seperti santan, tepung, dan sebagainya. 

“Kita harus besarkan di sektor hulunya,” kata Teten.