Lifestyle

EKSKLUSIF, Siti Fadilah Supari: Indonesia Sudah Dalam Endemi Covid-19

Menteri Kesehatan 2004-2009 Era Presiden SBY mengatakan Indonesia sudah memasuki masa endemi


EKSKLUSIF, Siti Fadilah Supari: Indonesia Sudah Dalam Endemi Covid-19
EKSKLUSIF, Siti Fadilah Supari: Indonesia Sudah Dalam Endemi Covid-19 (Akurat.CO)

AKURAT.CO  Masyarakat dunia termasuk Indonesia sudah tiga tahun belakangan ini harus hidup berdampingan dengan virus yang belum ada obatnya yang disebut Covid-19.

Berbagai protokol kesehatan dilakukan diantaranya vaksinasi hingga tiga kali, memakai masker dan pembatasan kegiatan guna mencegah kerumunan massal.

Dampak yang dirasakan tidak hanya di bidang kesehatan, namun juga dibidang ekonomi akibat ditutupnya pusat-pusat ekonomi atau perdagangan yang dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.

baca juga:

Beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat saat ini misalnya sudah menyatakan melepas masker dan hidup normal seperti sebelum Covid-19 ada yang artinya telah memasuki masa endemi.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia yang telah membuka keran mudik pada libur lebaran tahun ini dan juga melangsungkan acara internasional seperti MotoGP ?

Akurat.Co berkesempatan mewawancarai Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan 2004-2009 untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Indonesia dalam memasuki endemi Covid-19. Siti Fadilah dikenal kiprahnya dalam mencegah virus flu burung menjadi pandemi di masanya.

Wawancara ini dikutip dari tayangan AkuratTalk yang tayang di Youtube Akurat.CO. Berikut kami sajikan dalam bentuk tulisan untuk anda.

Akurat.Co : Sebagai mantan Menteri Kesehatan, Bagaimana Ibu menilai pemerintah Indonesia saat ini dalam menangani pandemi Covid-19 dari awal hingga kini ?

Siti Fadilah : kita tidak boleh menilai menilai kayaknya apa itu kaya perlombaan, gini saya mau cerita,kalau saya begitu ada pandemi, saya tahu, loh kok tidak seperti pandemi jalannya? nomor satu kita harus mendiagnosa, ini pandemi beneran atau bioterorism. Kalau pandemi beneran caranya begini, kalau bioterorisme caranya begini.

Nah kita ini , bayangkan saja pandemi datang, kemudian yang maju adalah  public health response. Sebetulnya kita harus aktif meneliti vitus itu apa bener gak reaksinya gimana dengan manusia Indonesia, bener gak mematikan wong 3 persen mematikan gimana?

Kemudian bagaimana ini, oh ternyata ditaruh di atmosfer kita mati (virusnya) lima menit. Terus kita takut pegangan pintu aduh itu pembodohan banget karena tidak diteliti dan ikut saja.

Jadi kalau ada yang sakit diobatin yang mati dikubur gitu, apa perlawanan kita, kita harus jangan defense aja, kita harus meneliti betul virus itu, kita sampai selesai tidak tahu menahu soal virus itu di Indonesia.

Berbeda virus itu gigit orang di Eropa sama di Indonesia, dan dari reaksi itu apa bener kita butuh PPKM.

Akurat.Co : Pada awal pandemi pejabat di Indonesia tampak meremehkan Covid-19 seperti hanya minum wedang jahe, bagaimana tanggapan Ibu?

Siti Fadilah : Itu bener, karena meremehkan itu sambil meneliti, loh sebetulnya Covid itu tidak terlalu berbahaya kok, mbok dihitung yang mati berapa yang nggak, sama dengan angka kematian biasa kok cuma lebih sedikit.

Lah ini sekarang angka semua matinya karena Covid, kita kaget ternyata angka kematian karena jantung dan stroke menurun drastis, angka kematian semuanya lari ke Covid, artinya belum tentu angka kematiannya bertambah tinggi banget.

Akurat.CO : Saat ini oleh dunia Indonesia dinilai cukup baik dalam menangani Covid-19 dan saat ini dalam Presidensi G20, menurut Ibu apa yang Indonesia bisa lakukan untuk dunia ?

Siti Fadilah : Kalau dia tidak dinyatakan baik dalam menangani, emang baik sekarang sudah tidak ada Covidnya, Ya  G20 tidak bisa berlangsung dong, kalau sekarang masih ada pandemik, G20 tidak ada di Indonesia, Maka sebetulnya kita sudah dalam endemi. 

Akurat.Co : Jadi sebetulnya kita sudah endemi bu ?

Siti Fadilah : Lah iya mana ada negara masih pandemik bisa melangsungkan G20 , ya gak mau yang mau datang, Putin (Presiden Rusia) aja mau datang, dan dia harus sah-in dulu ada pandemi gak dan dia nyatakan tidak ada dan sudah dipuji bagus ,itu maksudnya mereka itu ingin apresiasi sama Indonesia supaya siap menjadi tuan rumah G20. itu penting sekali.

Akurat.Co : Terlebih sekarang banyak sekali acara seperti acara MotoGP ataupun dunia sejak konflik Ukraina Rusia kabar tentang Covid seakan menghilang ?

Siti Fadilah : Nah itu lucunya, ada (konflik) ukraina kok sekarang kabar tentang covid gak ada, dan nyatanya juga gak apa apa, Mandalika gak papa, uyek-uyekan itu, masak mudik malah takut, mudik itu walaupun jutaan tapi gak untel-untelan sendiri-sendiri naik motor atau mobil, sedangkan Mandalika duduk bareng gitu dia aja gak apa apa, Mestinya kita harus berani mengatakan sekarang adalah endemik buka pandemik lagi.

Akurat.Co : Jadi berdasarkan pengamatan Ibu sudah cocok Indonesia menyatakan Endemi ?

Siti Fadilah : Ya kayaknya indikator-indikatornya sudah memenuhi syarat untuk endemi.

Akurat.Co : Terkait sebaran vaksinasi bagaimana tanggapan Ibu karena masih ada masyarakat yang enggan untuk divaksinasi ?

Siti Fadilah : Lah jika mau mudik, boleh saja booster untuk syarat mudik tapi tidak ada gunanya untuk kesehatan.

Akurat.Co : Jadi Ibu menilai cepat atau lambat endemik akan sudah ada?

Siti Fadilah : Sudah ada , makanya kalau mudik ya mudik aja, mau ke mall pergi aja,   ke pasar-pasar aja, ayo kita bangun ekoonomi bersama-sama , sekarang  masalahnya bukan sakit Covid , masalahnya bangkit dari keterpurukan ekonomi dan itu harus kesana, kita harus berani dan pemerintah harus yakin.

Akurat.Co : Bagaimana ibu menilai ekonomi saat Covid ?

Siti Fadilah : Itu rahasia umum ya banyak PHK, rakyat cari makan susah apalagi ada PPKM umpamanya eh tiba tiba minyak goreng mahal banget, kalau kita minyak goreng mahal ya jangan pakai minyak,  gimana pedagang gorengan, bantu rakyat kecil gimana mereka mengejar dagangannya, dan biasanya pedagang itu tidak punya diversifikasi penghasilan, keuntungan hari itu untuk makan hari itu juga.

Akurat.CO : Jadi Aspek Kesehatan kedepan harus diperhatikan betul oleh pemerintah ?

Siti Fadilah : Iya nomor satu, kalau dulu ekonomi, saat ini dalam aspek kesehatan ternyata dengan adanya Pandemi semua lumpuh, dan seluruh dunia berantakan ekonominya.

Akurat.CO : Lalu apa yang harus disiapkan pemerintah dalam menghadapi endemi ?

Siti Fadilah : Pemerintah sudah siap, obat-obatan juga,  rumah sakit oke, pasien juga sedikit sekarang, endemi bukan berarti gak ada pasien, tetap ada pasien namun selamat tidak mati.

Akurat.CO : Selama ini guna menangkal Covid, kita melakukan vaksinasi. Apakah sudah ditemukan obat untuk Covid ?

Siti Fadilah : Sudah dideclare oleh WHO, ada dua satu dari MERCK satu lagi dari Pfizer kalau gak salah.

Akurat.CO :Artinya dengan adanya obat ini sudah aman seluruh dunia ya Bu ?

Siti Fadilah : Ya kalau pandemi itu jika belum ada obatnya, suatu wabah yang belum ditemukan penyebab dan obatnya antara dua itu, sebabnya udah obatnya belum.

Akurat.CO : Menurut ibu apakah ada perkembangan lagi virus selanjutnya dari Covid-19 mengingat rekam jejak virus ini dari Delta dan Omicron?

Siti Fadilah :  Insya Allah nggak, bila ada mungkin lain lagi berubah. Yang penting pemerintah siap siaga dan saya mengusulkan pemerintah mempunyai medical inteligence sebagai ujung tombak negara kita untuk mengetahui dengan jelas bagaimana mengatasi virus bukan dari public health response.

Karena (public health response) itu defense sedangkan medical inteligence harus maju kedepan maksudnya meneliti virusnya dengan betul dan sebagainya itu( cocoknya )TNI untuk menjaga Indonesia dari bioterorisme.