Olahraga

EKSKLUSIF, Nicholas Fang: Saya Ingin Jadi Lindswell Kwok Versi Cowok

EKSKLUSIF, Nicholas Fang: Saya Ingin Jadi Lindswell Kwok Versi Cowok
Atlet wushu Indonesia, Nicholas Fang meraih medali perak di SEA Games Hanoi 2021 pada kategori taolu nomor Taijijian. (Instagram.com/nicholasfangg)

AKURAT.CO, Wushu Indonesia tidak pernah kehilangan atlet muda berbakat. Nicholas Fang menjadi pewushu terbaru yang sukses meraih prestasi gemilang pada usia belia.

Nicholas yang masih berusia 18 tahun, mampu menyabet medali perak di SEA Games Hanoi 2021. Istimewanya, medali tersebut didapat dalam keikutsertaan perdananya di ajang multi-olahraga paling bergengsi se-Asia Tenggara tersebut. Pewushu asal Medan itu meraih medali perak di kategori taolu nomor Taijijian.

Selepas SEA Games 2021, Akurat.co berkesempatan melakukan wawancara eksklusif bersama dengan Nicholas. Wawancara digelar secara online melalui siaran langsung di aplikasi TikTok pada Selasa (7/6) malam. Berikut petikan wawancaranya.

baca juga:

Mungkin bisa diceritakan dahulu bagaimana Anda mengenal wushu?

Jadi dulu waktu kecil kan saya memang suka film kungfu. Jadi boleh dibilang saya waktu kecil orangnya agak aktif, dulu Papa juga coba cari-cari sekolah wushu di Medan. Jadi kebetulan Papa dapat sekolah wushu, jadi langsung aja daftar sekolah wushu di Medan. Pertama kali saya latihan wushu itu umur delapan, baru kelas dua sekolah dasar (SD).

Momen apa yang pada akhirnya membuat Anda yakin ingin menjadi atlet wushu?

Itu dari kecil memang sudah ada komitmen untuk jadi atlet karena waktu kecil saya latihan bareng senior-senior, jadi dapat motivasi 'wah keren mereka lompat-lompat gerakannya'. Jadi waktu kecil ke situ, keren juga ya. Apalagi saya kan orangnya juga aktif, jadi terbawa.

Kejuaraan pertama apa yang Anda ikuti?

Waktu junior itu kejuaran pertama ya kejuaraan nasional 2007 di Jakarta, itu pertandingan pertama dan saya dapat emas.

Wushu ada dua kelas, yakni taolu (seni) dan sanda (tarung). Kenapa Anda lebih memilih kelas taolu?

Kalau pengen ke kategori sanda tidak pernah ya, karena kan tidak dikasih izin juga sama orang tua karena itu fight kan, jadi agak berbahaya. Jadi lebih memilih yang seni (taolu) aja. Pernah coba sanda, tapi jarang banget. Kalau penasaran aja gitu, sesekali coba. Nah itu rasanya kayak berantem beneran, sakit. Saya nggak berani hehe

Beralih ke SEA Games, di keikutsertaan pertama kamu berhasil meraih perak. Boleh diceritakan singkat bagaimana persiapanmu sebelumnya saat itu?

Kalau di wushu itu persiapan ya latihannya sama sih, dari teknik, ada latihan fisik. Persiapannya lumayan sih, maksimal.

Kan SEA Games pertama, ada rasa nervous tidak sih saat awal bertanding?

Kalau nervous itu pasti ada ya. Tapi itu seiring berjalannya waktu, nervousnya harus saya kontrol. Karena kalau di pertandingan, nervous itu bahaya kan mengganggu banget. Soalnya di kelas saya kan Taijijian, kalau gerakannya lambat dan nervous, kelihatan tuh gemetar tangannya. Jadi harus saya kontrol sendiri.

Bagaimana cara Anda mengontrol rasa nervous tersebut?

Dari saya sendiri, saya selalu bilang ke diri sendiri bahwa setiap pertandingan itu nothing to lose aja. Toh kan mau tidak mau saya harus bertanding di lapangan. Jadi nothing to lose aja, anggap di depan tidak ada juri atau penonton. Jadi kayak atraksi biasa aja.

Dalam prosesnya, ada tantangan atau hambatan yang Anda alami tidak?

Tantangan berat bagi saya sih mental ya. Soalnya di wushu itu, saya bisa berpikiran negatif, kayak sebelum bertanding itu mikirnya 'Saya bisa nggak yaa, besok tanding gugup nggak ya', jadi itu kadang yang membuat saya jadi tertekan

Bicara persaingan, menurut Anda bagaimana  peta persaingan wushu di Asia Tenggara?

Kalau hasil evaluasi SEA Games kemarin itu menurut saya, negara yang paling berat adalah Malaysia. Terus tuan rumah Vietnam juga lumayan.

Saat mendapat emas, Anda sampai menangis, kenapa?

Saat itu kan memang posisinya saya nomor satu, mikirnya ini SEA Games perdana, awalnya di luar dugaan loh saya bisa tampil dan dapat medali di SEA Games. Itu di luar ekspektasi saya dan cukup bangga.

EKSKLUSIF, Nicholas Fang: Saya Ingin Jadi Lindswell Kwok Versi Cowok - Foto 1
Nicholas Fang Atlet wushu Indonesia, Nicholas Fang meraih medali perak di SEA Games Hanoi 2021 pada kategori taolu nomor Taijijian. Instagram.com/nicholasfangg

Seberapa besar arti medali perak ini untukmu?

Berarti banget ya, soalnya ini menjadi patokan saya untuk ke depannya lebih baik. Jadi saya jadikan motivasi buat saya.

Sejak awal Anda pribadi memiliki target tidak?

Kalau target sih tidak tahu ya, tak berani bilang sih ya soalnya ini SEA Games perdana, jadi kalau ditargetkan itu nggak mungkin medali emas. Saya main yang terbaik aja, main lepas.

Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari SEA Games?

Pelajaran buat saya ya kekurangan di SEA Games itu mungkin nanti saya evaluasi lagi untuk lebih baik ke depannya. Soalnya kan di hari pertama nomor taijiquan saya ada pemotongan nilai, jadi itu yang membuat saya akan koreksi lagi untuk lebih baik.

Setelah SEA Games, akan tampil dimana lagi?

Ke depan mungkin ada piala dunia nanti November atau Desember di Jepang.

Bagaimana dengan persaingan di tingkat Asia atau dunia?

China kali ya, di kejuaraan dunia kalau ada atlet China itu pasti paling berat. Itu rata-rata kalau ada atlet China di nomor yang sama, kebanyakan juara. Jadi paling berat dari negara itu.

Selain China, sekarang menurut saya itu Jepang dan Korea Selatan juga termasuk berat. Tapi saya tidk mau memikirkannya karena menururut saya, lawan yang paling berat adalah diri sendiri. Kalau bisa kontrol diri sendiri, main tenang, itu saya sudah puas.

Apa mimpi besar Anda di wushu?

Mimpi ke depan ya, sekarang kan impian pertama sudah tercapai di SEA Games. Sekarang pengen turun di Asian Games, mudah-mudahan terwujud di tahun depan.

Bagaimana dengan kejuaraan dunia, apakah Anda menyimpan hasrat untuk menjadi juara dunia seperti Lindswell Kwok atau Edgar Marvelo?

Pastinya ada ya, saya pengen menjadi ibaratnya Lindswell kedua, tapi versi cowok. Iya saya sama kak Lindswell ada di nomor yang sama.

Kalau dulu sebenarnya ada yang turun di kelas saya, itu yang masih ikut SEA Games, namanya Bobby dari Jawa Barat.

Apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan segala mimpi besar tersebut?

Tentunya berlatih lebih keras. Selain berlatih, saya sebagai atlet harus menetapkan sikap kedisiplinan. Menurut saya, disiplin itu memang nggak harus berlaku di tempat latihan atau dunia olahraga. Di keseharian juga kita harus menetapkan kedisiplinan. Bagi saya disiplin itu salah satu faktor suksesnya seorang atlet.

EKSKLUSIF, Nicholas Fang: Saya Ingin Jadi Lindswell Kwok Versi Cowok - Foto 2
Nicholas Fang Atlet wushu Indonesia, Nicholas Fang meraih medali perak di SEA Games Hanoi 2021 pada kategori taolu nomor Taijijian. Instagram.com/nicholasfangg

Dengan raih perak ini, masyarakat tahu Nicholas adalah atlet wushu berbakat dan timbul ekspektasi. Akankah itu jadi beban untukmu?

Kalau untuk saya sih usahakan tidak jadi beban ya, karena takutnya nanti mengganggu latihan dan performa. Jadi usahakan kesampingkan dulu hal itu.

Terakhir, ada pesan tidak untuk masyarakat Indonesia atau mungkin anak-anak yang ingin menjadi atlet wushu?

Untuk teman-teman atlet, berlatihlah dengan giat dan maksimal untuk meraih masa depan agar ke depannya lebih baik, prestasi yang bagus. Make your dreams come true.[]