Olahraga

EKSKLUSIF, Karateka Zigi Zaresta: Saya Bangga Bisa Pertahankan Emas saat Sedang Down

EKSKLUSIF, Karateka Zigi Zaresta: Saya Bangga Bisa Pertahankan Emas saat Sedang Down
Ahmad Zigi Zaresta sukses merebut medali emas SEA Games Hanoi 2021. (NOC Indonesia - Instagram/timindonesiaofficial)

AKURAT.CO, Ahmad Zigi Zaresta Yuda menunjukkan performa impresif untuk kesekian kalinya sebagai atlet karate andalan Indonesia. Karateka berusia 24 tahun itu sukses menyabet medali emas di SEA Games Hanoi 2021 pada Mei 2022 lalu.

Bagi Zigi, ini merupakan emas keduanya di SEA Games, yang diraihnya secara berturut-turut. Atlet asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu sebelumnya juga mendapatkan medali terbaik di SEA Games Filipina pada 2019 silam.

Dalam euforia kemenangan ini, Akurat.co berkesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif bersama Zigi. Wawancara digelar secara online melalui siaran langsung di aplikasi TikTok pada Rabu (8/6) malam lalu.

baca juga:

Pada kesempatan itu, Zigi berbicara mengenai bagaimana ia mengenal dan merintis karier sebagai atlet karate, perjuangannya meraih emas di SEA Games Hanoi 2021, hingga mimpi besarnya sebagai seorang karateka. Berikut adalah kutipan wawancara Akurat.co bersama dengan Ahmad Zigi Zaresta Yuda.

Bisa diceritakan dulu tidak, bagaimana awal mula kamu mengenal karate dan memutuskan menjadi seorang karateka?

Jadi saya pertama kali mengenal karate itu dari ekstrakurikuler saat sekolah dasar, kelas satu SD. Dulu sih belum pernah kebayang bisa jadi atlet karena dulu niatnya cuma pengen mengisi waktu luang di ekskul. Tapi akhirnya setelah bertahun-tahun latihan menekuni olahraga karate, ya alhamdulillah bisa sampai seperti saat ini.

Kenapa memilih karate dibandingkan olahraga beladiri lainnya?

Jadi waktu itu di sekolah ada karate ya, kalau yang lain tidak ada di sekolah. Jadi ya sudah ikut karate. Dulu saya sempat ikut sepak bola juga, cuma orang tua tidak terlalu dukung, mereka dukungnya di karate

Ada momen yang membuat Anda jatuh cinta dan memutuskan jadi atlet Karate?

Ada, saya pengen jadi atlet karate itu saat kelas enam SD atau kurang lebih umur 11-12 tahun. Saat itu saya ikut kejuaraan nasional dan menjadi juara satu. Dari situ, ya sudahlah kayaknya karate bisa menjadi pegangan ke depan dan alhamdulillah sampai sekarang.

Kalau untuk fokus menjadi atletnya itu pada umur 15 tahun, pas pertama kali bisa mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. Pada saat itu saya peringkat lima dari 75 peserta.

Kenapa kamu memilih menjadi karateka kelas kata, bukan kelas kumite?

Jadi dulu kenapa saya memilih kata karena dulu waktu kecil, saya juaranya di kata. Jadi memang waktu itu saya ikut keduanya. Tapi di kumite saya kalah terus, kemudian pada saat SMP umur 14 tahun saya lebih memilih untuk fokus di kata saja karena peluangnya lebih besar.

Setelah melalui berbagai pencapaian di junior, ingat tidak kapan Anda masuk ke pelatnas karate Indonesia

Saya masuk ke pelatnas senior itu pada umur 17 tahun pada tahun 2015, pertama kali fokus untuk jenjang multi-event.

Di SEA Games, kamu sudah mendapatkan perak (2017) dan emas (2019 dan 2021). Di Vietnam itu Anda mempertahankan emas, bisa dijelaskan bagaimana persiapannya sebelum bertanding?

Tentunya untuk persiapan SEA Games 2021 ini lebih berat ya, di samping sebelumnya saya waktu di PON 2020 kalah tidak dapat medali. Nah itu yang membuat tekanan lebih berat. Selain itu sebelumnya saya meraih medali emas pertama, itu tekanan nggak terlalu berat. Nah sekarang ini lebih beratnya itu posisinya harus mempertahankan dan kedua posisinya saya di PON tidak dapat medali. Jadi tekanan besar banget.

Bagaimana cara Anda bisa mengatasi tekanan tersebut?

Cara mengatasinya ya Alhamdulillah saya bisa mengontrol diri dengan sabar, menjalani latihan yang berat, habis itu ingat lagi sama motivasi dan tekad say kenapa bisa berada di pelatnas dan masih berjuang sampai sekarang. Terutama yang membuat saya lebih percaya diri, lebih yakin lagi atas kepercayaan orang-orang yang sudah memberikan kesempatan untuk bermain di SEA Games sekali lagi. Alhamdulillah bisa terlewati prosesnya.

EKSKLUSIF, Karateka Zigi Zaresta: Saya Bangga Bisa Pertahankan Emas saat Posisi Saya Sedang Down - Foto 1
Zigi Zaresta Ahmad Zigi Zaresta sukses merebut medali emas SEA Games Hanoi 2021. NOC Indonesia - Instagram/timindonesiaofficial

Di SEA Games 2021 kemarin, ada perbedaan soal peta persaingan dengan edisi sebelumnya tidak?

Kalau untuk peta kemarin itu ya, untuk sekarang karate sebenarnya merata apalagi di Asia Tenggara. Cuma kemarin itu keunggulan Indonesia adalah saya sendiri pemain yang paling senior. Maksudnya yang sudah tiga kali tampil di SEA Games, saya sendiri. Kalau yang lainnya ada yang baru main, ada yang dua kali.

Siapa atau atlet dari negara mana yang menjadi rival terberat Anda?

Atlet tuan rumah (Vietnam). Jadi pada saat final itu kan saya melawan tuan rumah, nah biasanya tekanan tuan itu lebih ke suporter, mengganggu konsentrasi. Belum juga non teknisnya yang kenapa saya anggap tuan rumah paling berat.

Ada rasa gugup tidak? Atau memang Anda rileks saja?

Relaks aja sih, kalau saya sendiri kemarin mainnya itu nothing to lose, jadi tidak memikirkan kalah atau menang yang penting saya bisa menunjukkan hasil latihan selama ini, hasil prosesnya selama ini. Jadi apapun hasilnya ya saya serahkan sama yang di atas.

Dalam prosesnya baik dari persiapan hingga pertandingan, ada tantangan atau hambatan yang Anda alami tidak?

Kalau untuk tantangannya ada di program latihan, itu berat banget, sama biasanya untuk menghadapi SEA Games itu lebih stres karena mikirin 'besok bisa enggak sih main yang terbaik, bisa enggak sih kasih yang terbaik dan main yang maksimal'.

Kembali meraih emas, pelajaran apa yang Anda dapatkan dari SEA Games Hanoi 2021?

Kalau untuk pelajaran yang saya dapat itu sebenarnya saya tidak melihat dari hasil medali emas yang didapat, tapi pelajaran yang saya petik itu saya bangga sama saya sendiri karena sudah bisa melewati proses yang bisa dibilang berat banget karena di situ saya posisinya sedang down banget karena saat di PON itu kalah dan saya untuk bangkitnya juga susah banget.

Jadi pasti banyak orang yang mikir dan berkomentar negatif tentang saya, jadi itu bagian tersulitnya. Jadi saya itu kemarin berusaha untuk menyelesaikan program dan saya berusaha menyelesaikan hari demi hari itu dengan lebih baik dari sebelumnya. Jadi ya alhamdulillah untuk kemarin medali emas itu mungkin bonus dari hasil kerja keras saya setelah PON.

Capaian dua emas dan satu perak di SEA Games, apakah Anda sudah merasa puas?

Tentu saja belum karena masih ada lagi target-target lain yang harus saya capai seperti Asian Games, SEA Games lagi tahun depan, PON. Kalau saya mikirnya kejuaraan yang kemarin itu sudah selesai, jadi saya tidak mau terlalu larut dalam euforia kemenangan kemarin, jadi saya anggapnya sudah lewat yaudah harus dilupain.

Anda masih ingin main di SEA Games tahun depan?

Kalau saya pribadi, selama masih diberi kesempatan dan kepercayaan, akan tetap berjuang untuk Indonesia dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik

Setelah SEA Games, terdekat akan tampil di mana lagi?

Kami sekarang lagi fokus ke Islamic Solidarity Games (Agustus 2022), Asian Games 2022 (ditunda menjadi 2023), Kejuaraan Asia, dan juga liga karate.

EKSKLUSIF, Karateka Zigi Zaresta: Saya Bangga Bisa Pertahankan Emas saat Posisi Saya Sedang Down - Foto 1
Ahmad Zigi Sumbang Medali Perunggu Karateka Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta saat tampil dalam nomor Kata cabang Karate Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (25/8/2018). Zigi mendapatkan medali perunggu usai menumbangkan Karateka Qatar, Hashem Adham dengan skor telak 5-0. AKURAT.CO/Sopian

Di Asian Games 2018 pernah meraih perunggu, apa target Anda di edisi berikutnya pada 2022?

Kalau untuk target pribadi, saya ingin bisa tampil di final. Memperbaiki pencapaian edisi sebelumnya.

Bagaimana dengan di Kejuaraan Asia? Anda sejauh ini mengoleksi tiga perak (2017, 2019, dan 2021). Penasaran tidak sih untuk dapat emas yang sepertinya sangat sulit?

Iya pasti, kenapa saya tidak penasaran karena kemarin yang kami lawan itu adalah salah satu karateka peraih medali emas Olimpiade, dia juga belum pernah terkalahkan. Jadi menurut saya, juara dua itu sudah kayak juara satu. Ryo Kiyuna itu memang sangat susah dikalahkan. Ryo Kiyuna ini sekarang umurnya sudah 32 tahun

Apa kelebihan dari Ryo Kiyuna yang mungkin tidak dimiliki karateka-karateka lain, termasuk Anda sendiri?

Menurut saya, kelebihan Ryo ada di postur, aura, teknik, kecepatan, dan power. Ibaratnya kami melihat Kiyuna itu komplet, jadi susah banget dikalahin. Jadi yaudah, kalau misalkan ada Kiyuna yaudah seolah bilang 'kamu aja yang menang, kita juara dua kayak juara satu'.

Kiyuna sudah 32 tahun, di karate sendiri, atlet memutuskan umumnya pada usia berapa?

Kalau karate bebas, sampai 99 tahun kalau masih kuat tetap bisa main. Cuma rata-rata kayak di olimpiade perempuan, itu umurnya 40 tahun. Tapi untuk tahun kemungkinan Kiyuna sudah pensiun, kemungkinan.

Jika Kiyuna pensiun, berarti Anda dong yang siap untuk 'mewarisi' emasnya?

Belum tentu juga karena di Jepang itu ada junior-juniornya yang jago juga. Jadi kami melawan atlet Jepang itu susah, meskipun lapis kesekian. Tapi ya kalau Kiyuna sudah pensiun, kenapa tidak? Kami harus bermimpi gitu. Kami coba dulu, baru nanti kalau sudah ada hasilnya

Setiap atlet tentu punya mimpi, lantas apa mimpi terbesar seorang Zigi Zaresta?

Kalau kemarin mungkin mimpi saya main di Olimpiade, cuma sekarang karena karate tidak ada di Olimpiade, mimpi terbesar saya sekarang adalah main di ajang sekelas setara olimpiade seperti World Games, World Beach Games, dan lain-lain.

EKSKLUSIF, Karateka Zigi Zaresta: Saya Bangga Bisa Pertahankan Emas saat Posisi Saya Sedang Down - Foto 3
Ahmad Zigi Zaresta Karateka Indonesia, Ahmad Zigi Zaresta saat beraksi di Kejuaraan Karate Asia 2021. Instagram.com/zigizaresta

*Kalau di Kejuaraan Dunia, Anda juga pernah tampil kan ya? Kenapa karateka Indonesia sangat sulit berprestasi di Kejuaraan dunia?*

Kalau di kejuaraan dunia 2021 saya ikut dan dapat peringkat sembilan. Kelas kata itu juga salah satu kelas bergengsi dan sulit, jadi susah banget untuk di kelas senior. Harus benar-benar kerja keras. Tapi saya juga tetap bermimpi, pengen juga jadi juara dunia kelas junior.

Tahun depan ada kejuaraan dunia lagi, apakah Anda sudah mulai menyiapkan diri dan memasang target?

Kalau untuk sekarang sih berjalan aja ya, sekaligus kami pemusatan latihan untuk Asian Games, jadi berlanjut.

Terakhir, ada pesan enggak untuk masyarakat Indonesia atau mungkin anak-anak muda yang ingin menjadi karateka hebat seperti Anda?

Kalau menurut saya, asal kita konsisten, punya niat, dan berusaha ya Insyaallah kita akan mendapatkan apa yang kita raih. Terutama kalau saya sendiri berpikir bahwa kita itu kan memiliki kesempatan yang sama, tapi yang membedakan kita itu antara niat dan usaha. Jadi ya tergantung itu, kalau niat kuat dan usaha keras, insyaAllah pasti kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan.