Olahraga

EKSKLUSIF, CdM Indonesia Ferry Kono: SEA Games Bukanlah Final dari Multi-Event

Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 menuai pro dan kontra karena adanya pengurangan jumlah atlet yang dikirim.


EKSKLUSIF, CdM Indonesia Ferry Kono: SEA Games Bukanlah Final dari Multi-Event
Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Ferry Kono berpose untuk difoto usai melakukan wawancara di Jakarta, Rabu (27/4/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

Praktis dari SEA Games Manila 2019, sedikit sekali bagi atlet Indonesia yang bertanding dengan skala internasional karena single maupun multi-eventnya semuanya tertunda. Data yang kami miliki untuk multi-event hanyalah Olimpiade Tokyo 2020, sisanya kami tidak punya data yang lebih lengkap mengenai periodisasi atlet Indonesia yang melakukan pemusatan latihan di mana. Itu yang kemudian menjadi sebuah kesepakatan bahwa SEA Games ini akan dijadikan tolok ukur terhadap pembinaan para atlet Indonesia selama ini untuk kemudian baik bagi cabor, KOI, dan maupun pemerintah punya data yang lengkap terhadap kondisi terkini atlet.

Karena periode atlet kami kan terakhir tampil di PON, sementara hasil di ajang tersebut tidak bisa langsung dijadikan data untuk prestasi mereka di internasional karena tidak apple to apple.

Ada beberapa atlet Indonesia yang tetap bertanding di single event, sehingga kami punya data. Tapi masih banyak cabor lain yang belum bisa berangkat internasional sehingga kami tidak punya catatannya. Jadi di situ adalah misi utamanya, kami punya data terkini mengenai periodisasi atlet Indonesia.

baca juga:

Ini jadi ajang perdana penerapan DBON yang menjadikan SEA Games sebagai sasaran antara. Namun, adakah target dari pemerintah lebih rinci mengenai perolehan medali?

Memang kami punya, tapi justru sebetulnya peluang medali itu datangnya dari cabor. Jadi ketika kami melakukan review, kami tanya perkembangan atlet dan program pelatnasnya, lalu dipaparkan oleh cabor dalam hal ini melalui bidang pembinaan dan prestasi (Binpres) mengenai potensi peluang medali. Jadi sebetulnya datangnya dari cabor.

Nah dari analisa itu kami kaji kemudian punya formulasi. Memang kami berharap dengan model baru seperti ini, kami bisa lebih efisien tapi di satu sisi atlet tetap dituntut untuk bisa mendapatkan medali. Walaupun perolehan itu tidak serta-merta menjadi target sekian (jumlahnya), karena seperti diketahui kebijakannya adalah yang berangkat ini untuk cabor DBON itu yang berpotensi meraih emas-perak-perunggu. Dan bagi non DBON yang diberangkatkan adalah yang punya peluang medali emas dan perak. Jadi 499 atlet ini semua harus punya medali.

Dari analisa kami, kalau mereka bisa raih dengan baik dan benar, mungkin Indonesia bisa meraih memperoleh lebih dari 70 medali. Tapi sekali lagi, apapun yang didapat oleh atlet Indonesia, kami akan punya data terbaru mengenai kondisi atlet-atlet. Itu jauh lebih penting mengingat kami akan fokus ke Asian Games di Hangzhou dan SEA Games berikutnya di Kamboja.

Sebagai CdM, Anda sudah berkeliling ke sejumlah pelatnas cabor. Nah, bagaimana Anda melihat kesiapan para atlet dan cabor untuk SEA Games ini?