News

Eksepsi Terdakwa Perkara Korupsi Asabri Ditolak, Sidang Lanjut Pemeriksaan Saksi

Sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada Asabri tahun 2012-2019 akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara.


Eksepsi Terdakwa Perkara Korupsi Asabri Ditolak, Sidang Lanjut Pemeriksaan Saksi
Tampak suasana Kantor Pusat PT ASABRI (Persero) di Jalan Mayjen Soetoyo, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/1/2020). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menduga ada sebesar Rp10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Sidang perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri tahun 2012-2019 akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta sebelumnya menolak eksepsi atau nota keberatan 8 terdakwa.

"Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Nota Keberatan atau Eksepsi dari masing-masing 8 terdakwa tersebut ditolak dan melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan pokok perkara," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Majelis hakim menolak eksepsi ke-8 terdakwa karena nota keberatan mereka atau kuasa hukumnya sudah memasuki pokok perkara dan tidak termasuk dalam alasan mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Selain itu, majelis hakim menyatakan bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap ke-8 terdakwa tersebut telah disusun secara jelas, cermat, dan lengkap.

"Selanjutnya, majelis hakim akan melanjutkan persidangan pada Senin 13 September 2021 pukul 09:00 WIB," ujarnya.

Adapun persidangan pekan depan yakni pemeriksaan saksi. Majelis hakim pun memerintahkan Tim JPU untuk menghadirkan saksi ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Diketahui, majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan 8 terdakwa, yakni Benny Tjokrosaputro dkk pada persidangan yang digelar pada Senin (6/9/2021) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Kedelapan terdakwanya, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asabri periode 2011-Maret 2016, (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri; mantan Dirut PT Asabri Maret 2016-Juli 2020, (Purn) Letjen Sonny Widjaja; mantan Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; mantan Direktur Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setianto.

Selanjutnya, Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; Dirut PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, Direktur Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo (JS).