News

Eks Presiden ACT Ahyudin Sudah Prediksi Bakal Ditahan, Koper Pakaian Disiapkan 2 Minggu Lalu

Eks Presiden ACT Ahyudin Sudah Prediksi Bakal Ditahan, Koper Pakaian Disiapkan 2 Minggu Lalu
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Ahyudin diperiksa untuk kesekian kalinya sebagai saksi berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengaku sudah memprediksi bakal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang. Artinya, dirinya sudah siap ditahan oleh Bareskrim Polri.

"Sangat siap (ditahan)," kata Kuasa Hukum Teuku Pupun Zulkifli saat dikonfirmasi, Jumat (29/7/2022).

Bahkan, ia pun mengatakan, kliennya telah menyiapkan koper berisi pakaian sejak dua minggu yang lalu.

baca juga:

"Sudah dua minggu yang lalu kami persiapkan (koper isi pakaian), karena sudah kami prediksikan (penetapan tersangka)," ujarnya.

Lebih lanjut, Pupun memastikan kliennya bakal memenuhi panggilan dari penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka.

"(Datang) siang selesai Jumat-an," ucap Pupun.

Diketahui, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana donasi yang dilakukan oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Keempat orang itu itu adalah Ahyudin (A) selaku pendiri dan mantan Ketua Yayasan ACT, dan Ibnu Khajar (IK) selaku Ketua Yayasan ACT. Kemudian HH (Heryana Haryani) sebagai Dewan Pengawas ACT dan Novariadi Imam Akbari (NIA)  yang merupakan anggota pembina periode di kepemimpinan A.

ACT diduga menyelewengkan dana dari Boeing hingga Rp34 miliar dari dana Rp138 miliar yang masuk ke ACT. Dana tersebut digunakan tidak sesuai aturan salah satunya  dana itu masuk ke koperasi 212.