Ekonomi

Eks Komisaris Tantang Erick Bertaruh Rp1 Miliar Perkara Nasib Krakatau Steel!

Mantan Komisaris Roy Maningkas menantang Erick Thohir untuk bertaruh Rp1 miliar soal kondisi Krakatau Steel


Eks Komisaris Tantang Erick Bertaruh Rp1 Miliar Perkara Nasib Krakatau Steel!
Menteri BUMN Erick Thohir (instagram/erickthohir)

AKURAT.CO, Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) Roy Maningkas menantang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk bertaruh Rp1 miliar terkait kondisi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 

Tantangan itu terkait pernyataan Erick Thohir bahwa Krakatau Steel akan bangkrut 31 Desember 2021 jika tidak melakukan sejumlah langkah-langkah yang disampaikan oleh menteri BUMN. Salah satunya menjual sub holding Krakatau Steel yaitu PT Krakatau Sarana Infrastruktur.

"Sebagai komisaris subholding KSI, saya menantang menteri BUMN untuk bertaruh Rp1 miliar. Jika KS Bangkrut bulan ini, saya akan bayar Pak Menteri. Sebaliknya jika KS tetap bertahan tanpa melakukan yang diminta Pak Menteri, uang Rp1 miliar itu akan saya sumbangkan ke kaum Dhuafa," tantang Roy melalui keterangannya di Jakarta, Senin (6/12)

Roy Maningkas mengatakan, KS memang dalam kondisi sulit. Namun, manajemen telah berbuat yang terbaik dan sekarang kondisinya sudah mulai membaik. Sebagai aset strategis, lanjut Roy, seharusnya KS diperlakukan dengan strategis pula. Ia menegaskan, jangan sampai hanya karena ada motif tertentu, KS dijadikan tumbal.

"Saya pernah menjadi komisaris di KS dan sekarang di subholding KSI. Saya percaya dan yakin, KS tidak seburuk yang disampaikan oleh menteri BUMN," katanya.

Lebih jauh Roy Maningkas menambahkan, untuk menyelesaikan kewajiban KS kepada sejumlah krediturnya, perusahaan telah memiliki sejumlah rencana.Termasuk melepas kepemilikan saham di KSI hingga 40 persen.

Namun, lanjut Roy, belakangan muncul permintaan agar penjualan KSI hingga sampai 70 persen. Menurutnya, inilah yang justru akan merugikan KS sebagai pemegang saham mayoritas, mengingat KSI merupakan aset penting dan cashcow induk. Sebab dia menilai saat ini sekitar 50 persen EBITDA KS berasal dari KSI.

"Jika mayoritas saham KSI dilepas, justru akan merugikan KS. Lagipula penyelamatan KS tidak harus melepas kepemilikan mayoritas di KSI. Kepentingan negara harus menjadi prioritas," tegasnya.

Roy Maningkas menambahkan, sejatinya dia tidak suka bertaruh. Tapi hal itu terpaksa dilakukannya untuk meyakinkan rakyat bahwa transaksi ini tidak beres.