News

Eks Gubernur Banten Bakal Maju Jadi Caleg dari Partai NasDem

Eks Gubernur Banten Bakal Maju Jadi Caleg dari Partai NasDem
Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan keterangan pers di Pendopo Bupati Tangerang Jalan Kisamaun Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Waketum DPP Partai NasDem Ahmad Ali membenarkan kabar pindahnya eks Gubernur Banten Wahidin Halim dari Partai Demokrat menuju Partai NasDem. 

Di samping itu, Ali menyebut bahwa Wahidin juga akan menjadi caleg dari partainya untuk periode pemilu 2024 mendatang. 

"Wahidin gabung di NasDem, iya betul. Kenapa? Tanya aja dia, kan kemaren sudah diumumkan DPW Banten kan, Insyaallah akan calegkan pada 2024," kata Ali saat ditemui awak media di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada Jumat (17/6/2022). 

baca juga:

Ali menuturkan, Partai NasDem memiliki program Indonesia memanggil, sehingga Wahidin diberikan karpet biru oleh partainya untuk maju sebagai caleg di kontestasi pemilu 2024.

"Kan kita ada namanya program Indonesia memanggil. Program Indonesia memanggil itu siapa aja. Apalagi tokoh sekelas beliau mau bergabung bersama NasDem, karpet biru kita kasih," tutur Ali. 

Meski akan diakomodir sebagai caleg, namun Ali belum dapat memastikan posisi Wahidin akan maju sebagai caleg untuk tingkatan apa serta dapil berapa. 

"Sekelas Wahidin masa kita enggak akomodir sih, iya kan, Nasdem nggak ada kursi. Lah dia melihat Nasdem semakin hari semakin baik, tertarik lah dia," tukas dia. 

Diketahui sebelumnya, Wahidin Halim telah berpindah dari Partai Demokrat menuju Partai NasDem. Keputusan itu akhirnya membuat dirinya untuk hadir dalam acara Rakernas Partai NasDem. 

"Sebagai langkah strategi politik Pemilu 2024 nanti, saya harus punya kendaraan politik," kata Wahidin dalam keterangan tertulis, Kamis (16/6).

Mantan Gubernur Banten itu menyebut alasan kepindahannya dari Partai Demokrat sebagai langkah politik biasa. 

Oleh karena itu, ia mengaku bahwa ketika hendak bergabung dengan NasDem dirinya dipertemukan dengan Surya Paloh dan sudah membicarakan tentang kepindahannya dari Demokrat. 

"Saya diundang oleh Pak Surya Paloh, diskusi sekitar dua jam. Saya diberi kesempatan dan ditawari calon gubernur periode kedua, calon DPR RI, atau yang lain," kata dia. []