News

Eks Bupati Banjarnegara Djasri Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Budhi Sarwono

Mantan Bupati Banjarnegara Djasri diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi.


Eks Bupati Banjarnegara Djasri Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Budhi Sarwono
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK). (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Mantan Bupati Banjarnegara Djasri diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi turut serta dalam pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

"Pemeriksaan saksi-saksi ini terkait tersangka Bupati Banjarnegara nonaktif Budhi Sarwono dan tersangka lainnya," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK bidang Penindakan Ali Fikri di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Ali mengatakan selain mantan Bupati Banjarnegara, tim penyidik KPK juga memeriksa tiga orang saksi lainnya.

baca juga:

Ketiga saksi tersebut yakni Firman Hartowiyono yang merupakan Komisaris PT Dieng Persada Nusantara, Direktur PT Purnama Putra Wijaya yaitu Wijilaksono dan Kartono Herpurwanto yang bekerja di bagian Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Banjarnegara.

Pemeriksaan para saksi untuk mendalami peran tersangka dalam perkara korupsi di Banjarnegara.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Wakil Ketua DPRD Banjarnegara Edy Purwanto. Dia diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus korupsi di Banjarnegara.

Selain Edy Purwanto, tim penyidik KPK juga memeriksa Tatag Rochyadi (PNS), Heron Kristanto (mantan PNS), Nursidi Budiono (swasta/Staf Administrasi PT Bumiredjo dan Direktur CV Karya Bhakti), Waluyo Edi Sujarwo (swasta/Direktur CV. Tuk Sewu), dan Zainal Arifin (Direktur PT Anugrah Setiya Buana).

Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono dan orang kepercayaannya yang merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kedy Afandi sebagai tersangka.

KPK menduga, Budhi Sarwono menerima fee 10 persen dalam pengadaan proyek di Pemkab Banjarnegara. Total penerimaan fee tersebut senilai Rp2,1 miliar.