News

Eks Bupati Banjarnegara Djasri Bakal Diperiksa Tim Penyidik KPK

Mantan Bupati Banjarnegara Djasri akan diperiksa untuk tersangka Budhi Sarwono.


Eks Bupati Banjarnegara Djasri Bakal Diperiksa Tim Penyidik KPK
Tersangka kasus korupsi Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengenakan rompi tahanan tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/9/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan memeriksa mantan Bupati Banjarnegara Djasri. Djasri dipanggil KPK terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara tahun 2019-2021 dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri membenarkan Djasri akan diperiksa erat hubunganya dengan tersangka Budhi Sarwono.

"Mantan Bupati Banjarnegara Djasri akan diperiksa untuk tersangka Budhi Sarwono," ucap Ali dalam keterangannya, Rabu (29/6/2022).

baca juga:

Ali menambahkan pemeriksaan juga dilakukan terhadap tiga saksi lainnya. Mereka adalah Suyanto dari swasta PT Zein Global Kontraktor;  Widhi Oscar Dhani dari swasta PT Multi Rejeki Scienceindo; dan Tjandra Tedja swasta PT Tunas Bahana Sparta.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor Kepolisian Resor Kota Yogyakarta, Jl. Reksobayan No.1, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, D.I Yogyakarta," tutur Ali.

Ali juga menjelaskan pemeriksaan terhadap saksi dilakukan dalam rangka pendalaman terkait dengan perkara itu. Keterangan saksi, kata Ali, dibutuhkan tim penyidik untuk membantu proses penyidikan dalam melengkapi bukti perkara.

Terkait dengan kasus tersebut, KPK sebelumnya kembali menetapkan Budhi Sarwono sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara pada tahun 2019-2021.

Saat ini tim penyidik juga masih dalam proses pengumpulan alat bukti. Salah satu upaya pengumpulannya yakni dengan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Diketahui, Budhi Sarwono saat ini juga tengah menjalani proses penyidikan kasus lainnya yakni terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus pencucian uang yang dilakukan Budhi terkait dengan suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara pada tahun 2017-2018 serta penerimaan gratifikasi.

Terkait dengan kasus pencucian uang yang menjerat dirinya, tim penyidik juga telah melakukan penyitaan aset milik Budhi senilai Rp10 miliar. Namun Plt Jubir KPK tak menjelaskan secara detail terkait aset apa saja yang disita KPK. Namun Ali memastikan, aset milik Budhi berasal dari hasil korupsi.

Selain itu, Budhi diduga terlibat kasus suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara pada tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi. Ia divonis delapan tahun kurungan penjara serta denda Rp 700 juta subsider enam bulan kurungan penjara. Ia terbukti menerima suap dari proyek yang berada di Banjarnegara.

Budhi Sarwono terbukti melanggar Dakwaan kesatu yaitu Pasal 12 huruf i Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.[]