Ekonomi

Ekosistem Industri Properti Perlu Benar-benar Dibenahi, Masih Banyak Masalah

Kadin mengatakan perlu adanya perlu adanya pembenahan terhadap ekosistem industri properti.


Ekosistem Industri Properti Perlu Benar-benar Dibenahi, Masih Banyak Masalah
Suasana perumahan di kawasan Citeurep, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengatakan perlu adanya perlu adanya pembenahan terhadap ekosistem industri properti.

"Ekosistem industri properti peranannya sangat penting dan perlu dibenahi agar pemenuhan kebutuhan perumahan, permukiman bisa dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata dalam Indonesia Housing Forum yang digelar daring pada Kamis, (14/10/2021).

Menurutnya, rantai pasok industri properti perlu diidentifikasi secara rinci untuk membenahi permasalahan dan kebijakan, mulai dari tata ruang, ketersediaan lahan dan kepastian hukum pertanahan, kemudahan perijinan, bahan bangunan, insentif, pemasaran, pembiayaan dan tata kelola operasional.

“Bila ekosistem industri propertinya baik, supply chain (rantai pasok) nya juga baik, maka akan mempermudah akselarasi pengembangan kebutuhan di sektor ini,” tandas Budiarsa.

Ia pun optimistis, dengan ekosistem yang berkualitas dan rantai pasok yang baik dapat menjadi jawaban atas permasalahan yang ditemui di sektor properti, tanpa terkecuali menjawab tantangan di saat ini yaitu menurunkan kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan (backlog) perumahan.

Ia melihat masih ada permasalahan lebih dari 7 juta backlog dan lebih dari 2 juta rumah tidak layak bahkan hingga masalah desain rumah yang memadai untuk mengantisipasi perubahan iklim dan new normal. 

“Melihat kepada masih jutaan keluarga yang harus dibantu mendapatkan hunian layak terlebih di masa pandemi," kata Susanto.

Ia memaparkan cakupan industri properti sangat luas karena di dalamnya mencakup berbagai aspek seperti kawasan permukiman yang terdiri atas perumahan, ruko, apartemen.

Lalu kawasan superblock yang terdiri atas pusat belanja dan perkantoran. Kawasan TOD yang terdiri atas bandara dan pelabuhan. Kawasan pariwisata yang terdiri atas resort, hotel dan eco tourism.