image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Dolar AS Laris Manis Karena Kegelisahan Wabah Corona

Prabawati Sriningrum

Image

Petugas menghitung uang dollar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019). Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga Oktober 2019 hanya tumbuh 0,23 persen menjadi Rp1.018,47 triliun atau 64,56 persen dari target APBN 2019 sebesar Rp1.577 triliun. Salah satu penyebab melambatnya penerimaan pajak tersebut, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rata-rata sejak awal tahun ada di Rp14.162, dengan asumsi di APBN 2019 sebesar Rp15.000. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi akibat wabah virus Corona (Koronavirus) di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih terus mendukung Mata Uang safe-haven di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan indeks Dolar AS berada di tertinggi 2 bulan dan franc Swiss di tertinggi hampir 3 tahun terhadap Euro.

Meskipun pasar global telah agak stabil setelah aksi jual pada hari Senin (27/1), penghindaran risiko di pasar Mata Uang bertahan dengan dolar Australia mengalami pelemahan terbesar dan greenback menguat ke tertinggi delapan minggu terhadap sekeranjang enam Mata Uang saingan.

Yen Jepang turun dari tingkat tertinggi Senin (27/1), terakhir melemah 0,26 persen menjadi diperdagangkan pada 109,17 yen per Dolar AS.

Penentuan posisi risk-off (penghindaran risiko) telah mendingin meskipun sentimen investor jelas tetap waspada dihadapkan pada teka-teki "risiko tak terduga" epistemologis tentang seberapa buruk dan seberapa luas dan seberapa ekonomis wabah Koronavirus akan merusak," tulis analis di Action Economics.

Presiden Xi Jinping pada hari Selasa (28/1) mengatakan bahwa RRT yakin akan mengalahkan Koronavirus "setan" yang telah menewaskan 106 orang. Namun, terlepas dari kepercayaannya, ketakutan internasional telah meningkat: Dari pemerintah Prancis hingga Jepang mengorganisasir evakuasi, sementara Hong Kong berencana untuk menangguhkan hubungan kereta api dan feri dengan daratan.

Franc Swiss, investasi safe-haven tradisional bersama dengan yen dan dolar telah menguat menjadi 1,067 franc per Euro, tertinggi sejak April 2017. Franc telah mengambil kembali beberapa kenaikan tersebut dalam perdagangan Amerika Utara, dengan terakhir melemah 0,28 persen pada 1,071 franc per Euro.

Pasar saham global dan harga minyak telah anjlok dalam beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran bahwa virus ini akan makin merusak ekonomi RRT yang sudah melemah. Itu juga secara singkat membalikkan kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 3 bulan dan 10 tahun, yang dianggap sebagai prediktor resesi cukup andal.

Namun, pergerakan Mata Uang lemah dengan Dolar AS menambah keuntungan sebelumnya menjelang dimulainya pertemuan 2 hari Federal Reserve AS pada hari Selasa (28/1). Pembuat kebijakan Fed sebagian besar diperkirakan akan mengulangi bahwa suku bunga akan tetap ditahan pada tahun ini.

baca juga:

Indeks dolar terakhir naik 0,19 persen pada 98,137, tertinggi sejak awal Desember dan membawa kenaikannya sepanjang bulan ini menjadi 1,8 persen. Versus Euro, dolar menguat 0,15 persen ke level tertinggi delapan minggu di 1,100 dolar per Euro.

Dolar Australia, yang sangat berkorelasi dengan ekonomi RRT, pada awal sesi mencapai level terendah baru 15 minggu dan terakhir diperdagangkan 0,15 persen lebih lemah pada hari ini di 0,675 Dolar AS.

Stabilitas yuan di pasar luar negeri, setelah penurunan baru-baru ini memberikan sedikit ketenangan pasar Mata Uang. Mata Uang RRT menguat 0,19 persen terhadap Dolar AS, naik dari posisi terendah 3 minggu.[]

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Iptek

Hadir di Indonesia, Kawasaki Z900 2020 Sudah Euro5

Image

Ekonomi

Investor Buru Aset Safe Haven Logam, Emas Makin Cemerlang

Image

Ekonomi

Virus Corona Buat Rupiah Sakit Lagi

Image

Ekonomi

Rupiah Ambyar Lagi Dihajar Virus Corona

Image

Ekonomi

Rupiah Lesu Terserang Virus Corona dan Khawatir Resesi Eropa

Image

Ekonomi

Defisit Anggaran AS Makin Lebar, Rupiah Jadi Sempoyongan

Image

Ekonomi

Panik Virus Corona Surut, Dolar AS Kembali Melompat

Image

Ekonomi

Rupiah Menguat Karena Pidato Bos The Fed dan Sentimen Domestik

Image

Ekonomi

Rupiah Menguat Karena Pidato Bos The Fed

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

OJK Harapkan Status Blokir Rekening Efek Kasus Jiwasraya Rampung Akhir Februari

OJK mengharapkan status pemblokiran rekening efek karena diduga terkait kasus Jiwasraya oleh Kejaksaan Agung selesai akhir bulan ini.

Image
Ekonomi

Berikut 5 Jenis Pekerjaan untuk Orang yang Suka Berimajinasi

Image
Ekonomi

Kementerian PUPR Tuntaskan Rehabilitasi dan Penataan Waduk Muara Nusa Dua Bali

Kementerian PUPR sejak tahun 2017 melakukan rehabilitasi dan penataan kawasan Waduk Muara Nusa Dua di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Image
Ekonomi

Pemerintah Tak Jadi Cabut Subsisi Gas Elpiji 3Kg, Namun...

Pemerintah tidak mencabut subsidi Elpiji tabung 3 Kg, namun subsidi hanya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Image
Ekonomi

Tahun Ini, Elon Musk Akan Menjadi Orang Paling Kaya di Dunia

CEO Tesla, Elon Musk, pada akhirnya akan menjadi orang paling kaya di dunia pada pertengahan tahun ini.

Image
Ekonomi

Industri Penerbangan Global Rugi Hingga Rp68 Triliun Karena Virus Corona

virus korona diprediksikan akan memotong pendapatan berbagai maskapai global hingga US$ 5 miliar pada kuartal pertama.

Image
Ekonomi

Indosat Beberkan Alasan Pecat 677 Karyawannya

Indosat Ooredo menjelaskan alasan pengurangan 677 karyawannya sebagai akibat dari kebijakan perseroan.

Image
Ekonomi

Telkom Mulai Dorong Modernisasi Infrastrukturnya ke Layanan 5G

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendorong modernisasi jaringan telekomunikasi dengan teknologi 100 persen berbasis fiber optik

Image
Ekonomi

Industri Fesyen Perlu Gandeng UMKM Agar Bekembang Bersama

Industri fesyen perlu menggandeng pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa berkembang bersama.

Image
Ekonomi

BTN Fokus Tingkatkan Kualitas Bisnis di 2020, Ini Strateginya

Langkah prioritas tersebut diambil untuk mengantisipasi berbagai tantangan ekonomi pada tahun tikus logam.

terpopuler

  1. Irfan Bachdim Ungkap Perbedaan Shin Tae-yong dengan Simon McMenemy

  2. Bertemu Saat Peresmian Stadion Manahan Solo, Ini yang Dibisikkan Purnomo ke Gibran

  3. Adu Baper 5 Keromantisan Dua Kapten Tampan dalam Serial Drama Korea

  4. Baleg Siap Jika Diminta Bahas RUU Omnibus Law

  5. Gerindra Usung Kadernya Sendiri di Pilgub Sumbar 2020

  6. Preview: Mourinho Ingin Tottenham Kalahkan Aston Villa Sebagai Perayaan Hari Jadinya

  7. Lifter Remaja Indonesia Pecahkan Rekor di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia

  8. Kota Suci Bagan Jadi Lokasi Syuting Film Porno, Rakyat Myanmar Geram!

  9. Roma Kembali Gagal Sabet Kemenangan Usai Takluk dari Atalanta

  10. Hasil Lengkap Liga Top Eropa, 15-16 Februari 2020

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Image
Ahmad Irawan

Menanti Kehadiran Omnibus Law, Menyongsong Indonesia Maju

Image
Achsanul Qosasi

Membenahi Tradisi Ilmiah Perguruan Tinggi

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Sosok

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari

Image
News

10 Pesona Zita Anjani, Anak Ketum PAN Zulkifli Hasan yang Jadi Waketu DPRD DKI Jakarta

Image
Ekonomi

Pernah Punya Kantor Bocor, 5 Fakta Menarik Pendiri Female Daily Network Hanifa Ambadar