image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Literasi Keuangan Masih Rendah, Jokowi Tak Puas

Denny Iswanto

Image

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam sidang pleno penyampaian laporan tahun 2019 di Gedung MK, Jakarta, Selasa (28/1/2020). Dalam laporanya Mahkamah Konstitusi telah menerima sebanyak 3.005 perkara sejak berdiri pada tahun 2003 hingga Desember 2019. Perkara terkait Pengujian Undang-Undang (PUU) mendominasi dengan jumlah sebanyak 1.317 perkara. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tingkat Literasi Keuangan masyarakat Indonesia yang sebesar 38,03 persen masih Rendah dan Kepala Negara meminta agar parameter tersebut ditingkatkan untuk bersaing dengan negara-negara lain.

Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/1/2020), mengatakan memang Literasi Keuangan meningkat di 2019 sebesar 8,33 persen menjadi 38,03 persen dari 2016 yang sebesar 29,7 persen. Namun Presiden belum puas dengan peningkatan itu.

"Kita tahu indeks Literasi Keuangan kita meningkat dari 29,7 persen di 2016 menjadi 38,03 di 2019. Memang meningkat tetapi menurut saya angkanya masih Rendah," ujar Presiden Jokowi dalam rapat bertema Strategi Nasional Keuangan Inklusif itu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, tingkat Literasi Keuangan ini mengalami peningkatan dari posisi 2013, yang berada di angka 21,8 persen, kemudian 29,7 persen di 2016 dan 38,03 persen di 2019.

Tingkat Literasi Keuangan merupakan parameter yang mengukur pengetahuan, keterampilan dan keyakinan masyatakat tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan.

Sedangkan Tngkat Inklusi Keuangan adalah parameter yang mengukur akses masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan formal.

Sedangkan untuk tingkat inklusi keuangan, pada 2019, Indonesia mengalami peningkatan menjadi 76,19 persen pada 2019 dari 67,8 persen di 2016.

Tingkat inklusi keuangan RI juga masih lebih Rendah dibanding Singapura yang mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen.

Terdapat beberapa upaya yang ditekankan Presiden untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yakni pertama, memprioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu juga, kata Presiden Jokowi, lembaga keuangan mikro, bank wakaf mikro harus diperluas agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan.

"Kedua, layanan keuangan digital berbasis internet. Ini harus terus dikembangkan karena kita ingat negara kita merupakan negara kepulauan sehingga kita perlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet," ujar Presiden Jokowi.

Kemudian, ketiga adalah perluasan akses layanan keuangan formal yaitu pendalaman sektor jasa keuangan dengan menggali potensi literasi dan inklusi keuangan di sektor jasa keuangan nonbank seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dan dana pensiun.

"Terakhir terkait perlindungan terhadap konsumen sehingga masyarakat dengan mudah, aman, dan nyaman bisa mengakses keuangan formal. Sehingga kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi industri jasa keuangan," ujar dia. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Anies Bungkam Saat Diminta Tanggapi Survei Indo Barometer

Image

News

Jokowi Ingin Indonesia Mampu Lampaui Negara Tetangga

Image

News

Kaesang Diprotes Gegara Kritik Cara Melamar Kerja: Jangan Lihat Lamaran, Tapi Lihat Skill Dong, Ngeremehin Banget Mas

Image

News

Ferdinand Hutahaean: Presiden Hanya Lengser Bila Rakyat Menghendaki

Image

News

Lawyer Pengancam Penggal Jokowi: dengan Pembelaan dari Kami Nanti, Insyaallah Bisa Bebas

Image

News

Dituntut Lima Tahun, Orang yang Ancam Penggal Jokowi: No Comment Ya

Image

News

Survei Indo Barometer, Rustam: Tafsiran Politiknya Sampai Hari Ini Elektabilitas Prabowo Bisa Tetap Tinggi Jika Nyapres, Sedangkan Anies Melorot

Image

News

Soal Larangan ke Kediri, Rachland Nashidik: Artinya Presiden Lebih Takut Pada Pramono Anung Dibanding Kediri

Image

News

Mitos Presiden Lengser Jika ke Kediri, Politisi Demokrat: SBY Presiden yang Berani ‘Menabrak’ Larangan Tersebut

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pinjaman Online Ilegal 'Mangsa' Masyarakat Menengah Bawah

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut para perusahaan fintech ilegal menyasar konsumen kelas menengah ke bawah.

Image
Ekonomi

Marak Pinjol Ilegal, CIPS: Pemerintah Perlu Perkuat Sinergi Regulasi Pemerintah dan Perlindungan Konsumen

Pemerintah perlu terus memperkuat sinergi antara regulasi dengan perlindungan konsumen di industri fintech lending.

Image
Ekonomi

Ini Upaya BTN Turunkan NPL, Walau Dihadang Virus Corona

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, sudah menyiapkan langkah-langkah khusus untuk menurunkan NPL.

Image
Ekonomi

Arcandra Tahar Sebut Pasokan Minyak Mintah RI Tak Terlalu Bergantung Timur Tengah

Arcandra Tahar mengatakan, suplai minyak mentah Indonesia sebenarnya tidak terlalu bergantung dari negara-negara di Timur Tengah.

Image
Ekonomi

Arcandra Tahar: Mobil Listrik Langkah Tepat Kurangi Impor Minyak Mentah

Arcandra Tahar mengatakan mobil listrik merupakan langkah yang tepat dalam mengurangi impor BBM.

Image
Ekonomi

BKPM Akan Tangani Seluruh Perizinan dan Insentif Fiskal

BKPM menangani seluruh izin usaha dari 22 kementerian/lembaga termasuk pemberian insentif fiskal.

Image
Ekonomi

Pemerintah Klaim Omnibus Law Ciptaker Disusun Berlandaskan Semangat Desentralisasi

RUU Ciptaker yang baru diajukan pemerintah telah mempertimbangkan prinsip-prinsip desentralisasi dan otonomi daerah sesuai amanah UUD 1945.

Image
Ekonomi

Penjelasan Pahala Pulihkan Laba BTN yang Tertekan di 2019

Pahala optimistis bahwa laba BTN akan pulih kembali tahun ini ke kisaran Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun.

Image
Ekonomi

Menparekraf Klaim Insentif Pariwisata Terkait Corona Bakal Segera Diterapkan

Besaran perhitungan diskon juga masih belum ditetapkan antara 25-30 persen ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

Image
Ekonomi

Aturan Angkutan Laut Makin Jauh dari Cita-cita Menaikkan Ekspor

"Kalau tujuannya untuk menekan defisit transaksi berjalan, itu harus coba dikaji lagi."

terpopuler

  1. 5 Muslimah Ini Sukses Jadi Selebriti Chef Terkenal Dunia, Ada yang Bikin Kue Ulang Tahun untuk Ratu Inggris

  2. Liverpool Unggul 25 Poin, Klopp Justru Kebingungan

  3. Rustam: Heran, Sekarang Pertarungan antara Cebong dan Kadrun Sudah Mulai, Berkisar Soal Gubernur Anies Baswedan

  4. Jadi Ibu Muda, 10 Potret Adelia Pasha Telaten Mengurus Empat Orang Anak

  5. Tahun Ini, Elon Musk Akan Menjadi Orang Paling Kaya di Dunia

  6. Banjir, Pengelola Mal Cipinang Indah Blak-blakan Soal Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

  7. Bima Arya: Apakah Pak Amien Masih di Dalam atau Tidak, Ini Sudah Pembicaraan Tingkat Dewa

  8. Presiden Dilarang ke Kediri Karena Mitos Akan Lengser, Roy Suryo: Saya Percaya Pak Jokowi Tak Takut Gendruwo

  9. Jokowi Nonton Pentas Cucu, Gibran: Anaknya Malu Tadi karena Dilihat Mbahnya, Padahal di Rumah Sudah Hafal Gerakannya

  10. Pemerintah Tak Jadi Cabut Subsisi Gas Elpiji 3Kg, Namun...

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Image
Ujang Komarudin

Formula E yang Jadi Rame

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Korea Hingga Kanada, 10 Potret Hangat Sekretaris Kabinet Pramono Anung Jamu Dubes dari Negara Sahabat

Image
News

10 Potret Putri Ketum PAN Zita Anjani dan Suami, Romantis di Berbagai Kesempatan

Image
News

Tutup Usia, 7 Fakta Penting Romo Gregorius Utomo Pr, Penggerak Pertanian dan Pedesaan Lestari