image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Gandeng Kemenkop UKM, Kementan Sepakat Bangun Korporatisasi Petani Berbasis Koperasi

Andi Syafriadi

Image

Rapat Kerja Nasional Kementerian Pertanian 2020, Dihadiri oleh Mentan Syahrul, Mendag Agus dan Menkop Teten di Hotel Bidakara, Jakarta | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO Salah satu syarat utama terwujudnya korporatisasi petani adalah adanya kelembagaan ekonomi petani yang kuat, bukan lagi hanya berbicara individualistik. Sebabnya kita harus mendorong petani berkoperasi.

Koperasilah yang akan menjaga setiap anggota mendapatkan keuntungan sama, dan bilamana rugi resikonya dibagi ke seluruh anggota. Sehingga ruginya tidak akan terasa.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan Koperasi merupakan salah satu instrumen yang paling mungkin mengkonsolidasikan lahan-lahan kecil-kecil menjadi berskala, mengkonsolidasikan pembiayaan, dan melakukan kemitraan dengan usaha besar. Bahkan mengakses pasar dalam porsi lebih berkeadilan.

baca juga:

"Tak ada jalan lain, percepatan agenda korporatisasi petani harus sama-sama kita lakukan dengan berbasis Koperasi," ujar Teten ketika ditemui pada saat rakornas Kementerian Pertanian tahun 2020 di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Maka dengan itu, Kementan dan Kemenkop UKM dapat berkolaborasi mengawalnya. Dimana pihaknya mengusulkan agar lebih konkrit, maka perlu dibuat pilot project perberasan di Koperasi Citra Kinaraya, Mlatiharjo, Demak Jawa Tengah.

"Jika dapat disepakati, ada empat pekerjaan rumah yang akan dilakukan bersama, yaitu pertama memperluas inisiatif dari saat ini 100 hektar menjadi 1.000 hektar. Lalu kedua memperkuat Koperasi primer petani di Demak, Sragen, Grobogan dan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah yang ingin diintegrasikan, ketiga adanya pembesaran RMU dan Keempat adanya skema pembiayaan," paparnya.

Teten Masduki mencontohkan Pertanian di negara-negara lain. Diantaranya, Malaysia dengan Felda dan Felcra-nya atau Koperasi Pertanian di Belanda yang berkembang pesat.

"Intinya, konsolidasi lahan yang kecil-kecil harus dilakukan, begitu juga konsolidasi komoditi melalui clustering Pertanian dan perkebunan harus dilakukan," imbuhnya.

Selain itu, termasuk konsolidasi program lintas KL harus dilakukan, sehingga pada akhirnya pengelolaan sektor Pertanian dan perkebunan menjadi lebih berskala dan efisien.

"Inisiatif semacam itu mudah ditemukan dalam manajemen korporasi. Tapi, petani tak harus menjadi korporasi untuk memiliki manajemen semacam itu. Cukup, perkuat koperasinya sehingga memiliki manajemen usaha berskala seperti korporasi, inilah yang disebut korporatisasi petani," jelasnya.

Terlebih lagi, lanjutnya, iklim politik kebijakan nasional saat ini memungkinkan untuk korporatisasi petani yang diterapkan secara luas dalam empat tahun ke depan.

"Kita sudah punya kebijakan Perhutanan Sosial sebagai afirmasi akses petani terhadap lahan. Kita sudah punya BLU, KUR dan ragam fintech Pertanian untuk afirmasi akses pembiayaan bagi petani," ungkap Teten.

Selain itu, Teten menambahkan pihaknya juga sudah memiliki berbagai platform digital untuk menghubungkan langsung antara petani dengan konsumen. Bahkan pihaknya juga sedang menyiapkan Rumah Produksi Bersama dan Rumah Ekspor untuk produk-produk Pertanian yang hendak masuk ke pasar global.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya komitmen bersama lintas sektoral dan kementerian agar Pertanian nasional bisa maju dan mandiri.

"Perintah Presiden Jokowi sudah jelas, yaitu membangun Pertanian yang mandiri dan maju. Kita harus berkolaborasi mewujudkan itu dalam meningkatkan produktifitas sektor Pertanian," jelas Syahrul.

Syahrul Yasin Limpo pun menegaskan jika dirinya bersama Menkop dan UKM akan terus mendorong program ekspor sektor Pertanian, mengingat hampir seluruh dunia membutuhkan komoditas Pertanian. Terlebih sebagai negeri tropis, memiliki semua komoditas yang dibutuhkan, dari mulai sayur-sayuran hingga buah-buahan.

Terkait program korporasi petani, Mentan Syahrul mengungkapkan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dijadikan satu kekuatan utama untuk mewujudkan itu.

"Saya yang akan langsung mengontrol KUR di sektor Pertanian bersama para Gubernur, ketika ada penyaluran KUR untuk petani sebesar Rp1 triliun untuk satu provinsi," ucap Mentan.

Mentan berharap petani yang akan mendapatkan KUR, minimal sebesar Rp50 juta per petani, harus sudah terdaftar dalam Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

"Gapoktan itu merupakan bentuk sharing company, yang di dalamnya ada UKM-nya," pungkas Mentan.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemenkop Reformulasi dan Reformasi Program Pelatihan UKM

Image

Ekonomi

Tembus Pasar Arab Saudi, Koperasi Iko Sero Ekspor 480 Ton Bumbu Rendang

Image

Gaya Hidup

Resmi Dibuka, Ini Harapan Teten Masduki untuk Muffest 2020

Image

Ekonomi

Gandeng BMT, Kemenkop UKM Formulasikan Skema Pembiayaan Murah

Image

Ekonomi

Menkop Teten Genjot Lahirnya Wirausaha Muda di Papua

Image

Ekonomi

Kemenkop UKM Dorong Pekerja Dirikan Koperasi

Image

News

Jadi Juara LKTI Tingkat Nasional, Mahasiswa FTUI Kembangkan Perangkat Lunak untuk Rancang Jalur Irigasi Hemat Biaya dan Efisien

Image

Ekonomi

Mentan Gandeng Ahli Agronomi Berkolaborasi Selesaikan Isu Pertanian Dunia

Image

Ekonomi

Perhepi: Bonus Demografi RI Harusnya Dimanfaatkan ke Sektor Pertanian yang Krisis SDM

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kredit Kendaraan Bermotor Turun, Bos BCA: Milenial Suka Naik Ojol dan MRT

BCA mencatat kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan sebesar 1,1 persen.

Image
Ekonomi

Perkenalkan Pasar Modal, Phintraco Sekuritas Sentuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang merupakan perguruan tinggi yang didirikan KH.Muhammad Yusuf Hasyim.

Image
Ekonomi

Petrokimia Gresik Dongkrak Peningkatan Padi Hingga 44 Persen Per Hektare

Dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk nonsubsidi yaitu pupuk NPK Phonska Plus.

Image
Ekonomi

Usai 'Nyindir', Erick Perintahkan Telkom Cepat Lakukan Transformasi Bisnis

Telkom harus lebih serius menggarap bisnis yang sesuai dengan era digital seperti komputasi awan (cloud computing) dan big data.

Image
Ekonomi

Erick Yakin Sosok Agus Martowardojo Bisa Bawa BNI Naik Kelas

Erick mengaku sangat mengapresiasi kehadiran sosok seperti Agus Marto untuk bisa membantu mengawasi kinerja perbankan.

Image
Ekonomi

Alasan BNI Bagikan Dividen 25 Persen dari Laba Rp15,38 Triliun

Perseroan membagikan dividen 25 persen karena masih memerlukan ruang untuk tumbuh ke depannya.

Image
Ekonomi

BNI Bakal Terus Ekspansi Meski Ada Bayang-bayang Virus Corona

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap akan melakukan ekspansi kredit tahun ini meski dibayangi wabah Virus Corona.

Image
Ekonomi

2019, Perum Jamkrindo Catatkan Volume Penjaminan Hingga Rp204 Triliun

Volume penjaminan terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun.

Image
Ekonomi

Kemenkop Reformulasi dan Reformasi Program Pelatihan UKM

Lombok sebagai tempat pelatihan karena merupakan bagian dari destinasi wisata prioritas dalam menciptakan Bali-Bali baru lainnya.

Image
Ekonomi

Dampak Corona, Bos BCA Yakin Banyak Perusahaan Lakukan 'Buffer Stock'

Presdir BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum dapat menginventarisir sepenuhnya seperti apa dampak dari virus Corona.

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  3. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  4. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

  5. Jarang Tersorot, 10 Potret Kehangatan Kaka 'Slank' dan Keluarga

  6. 5 Potret Ini Bukti Timnas Rezim Shin Tae-yong Digenjot dengan Latihan Keras

  7. Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

  8. Sembilan Hari Jelang Kick-off, Markas Persiraja Belum Penuhi Standar Liga 1

  9. Hore, Gudeg Yu Djum kini Hadir di 12 Kota Besar Indonesia

  10. Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik