Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Penantian Keputusan Suku Bunga BI

Anggi Dwifiani

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Penantian Keputusan Suku Bunga BI

Petugas menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019). Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga Oktober 2019 hanya tumbuh 0,23 persen menjadi Rp1.018,47 triliun atau 64,56 persen dari target APBN 2019 sebesar Rp1.577 triliun. Salah satu penyebab melambatnya penerimaan pajak tersebut, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rata-rata sejak awal tahun ada di Rp14.162, dengan asumsi di APBN 2019 sebesar Rp15.000. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Rabu (21/1/2020) menguat 0,1% atau 13 poin ke Rp13.645 per satu dollar AS di pasar spot. Untuk pasar Bank Indonesia (BI), rupiah lesu 0,14% atau 20 poin ke Rp13.678.

Analis pasar uang PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menilai penguatan ini disebabkan oleh momentum penguatan rupiah.

"Momentum penguatan Rupiah memang masih kuat walau masih tetep akan diatas Rp13.600," kata Lukman. 

baca juga:

Menurutnya, untuk sementara ini, angka tersebut masih membuat karena adanya penantian pasar terhadap rapat dewan gubernur BI besok dan mengantisipasi hal yang positif.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai penguatan rupiah picu oleh upaya konsolidasi pemerintah untuk meminimalisir dampak virus Coroda dan memegangnya AS-China kembali. Selain itu, ada harapan kebijakan terbaik terkait suku bunga BI.

"Pemerintah terus melakukan konsolidasi guna mengantisifasi gejolak risiko wabah virus corona dan ketegangan AS dan China tentang perusahaan Tiongkok, ‘Huawei’  kembali memanas, serta dengan strategi bauran yang sudah dijalankan dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan maupun yang lainnya menjadikan kekuatan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil," kata Ibrahim.

Pasar memang mencoba untuk menilai risiko wabah virus corona baru di Cina mengganggu ekonomi negara dan mitra dagang. Virus, yang menyebabkan jenis pneumonia, telah menyebar ke kota-kota termasuk Beijing dan Shanghai karena jumlah pasien di China lebih dari tiga kali lipat.

Berita tentang virus corona membangkitkan ingatan akan wabah Sindrom Pernafasan Akut (SARS) 2002/03 yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia dan menyebabkan penurunan tajam dalam pariwisata di Asia.

Selain itu, ketegangan AS-Tiongkok tetap menjadi fokus. Gedung Putih dilaporkan mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Huawei, perusahaan teknologi terbesar di China.

Disis lain, tambah Ibrahim, Bank Indonesia (BI) kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF. Dan kondisi global ini sudah di antisipasi sebelumnya oleh Bank Indonesia, sehingga dengan sigap dan melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang garuda.

"Bank Indonesia hari ini akan memulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertama pada 2020. Pengumuman suku bunga acuan akan diumumkan esok hari," kata Ibrahim.

Analis memperkirakan Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat masih akan mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate di 5%. Dari 10 ekonom yang terlibat dalam pembentukan konsensus, hanya dua yang meramal suku bunga acuan diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Dalam perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah kemungkinan masih akan menguat di level Rp13.615-Rp13.665.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

120.000 KPM PKH Kabupaten Cirebon Segera Terima Bansos Beras

Image

News

Wabah Corona

Mirip Kampanye Pemilu, Begini Cara Polsek Cipondoh Ajak Masyarakat Taat Protokol Kesehatan

Image

News

Mardani Ali Sera: Jangan Cepat Senang dengan Vaksinasi Corona

Image

News

Pekan Pertama PSBB, 6 Kantor Milik Pemprov DKI Lockdown Gegara Corona 

Image

Ekonomi

Rustam Ibrahim: Masuk Musim Hujan, RI Harus Waspada Penyebaran COVID-19

Image

News

Pengamat Ingatkan Potensi Klaster Jumbo Covid-19 di Pilkada Serentak

Image

News

Pemerintah Pertimbangkan Bansos Non Reguler Diperpanjang Hingga Tahun Depan

Image

Ekonomi

Alibaba dan Sinovac Sepakat Kerja Sama Strategis Vaksin Virus Corona

Image

News

Wabah Corona

Badan Internasional Soroti Warga Indonesia yang Cenderung Salahkan WNA atas Pandemi Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BPJASMSOSTEK Klaim 11,8 Juta Pekerja Terima Subsidi Gaji

BPJamsostek serahkan 2,8 juta calon penerima subsidi gaji gelombang keempat ke Kemnaker, sehingga total ada 11,8 juta penerima bantuan

Image
Ekonomi

Terungkap! Alasan Erick Thohir Panggil Ahok Kekantornya

Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan maksud pemanggilan Komisaris Utama PT Pertamina Ahok oleh Menteri BUMN Erick Thohir

Image
Ekonomi

Kantor Terawan Agus Sumbang Pasien COVID-19 Terbanyak, Umar Hasibuan: Masih Dipertahankan Jadi Menkes?

Umar Hasibuan mempertanyakan alasan Jokowi masih mempertahankan Terawan Agus sebagai Menkes

Image
Ekonomi

Teten Masduki Paparkan Resep Produk UMKM Diminati Pasar Global

Teten Masduki mengungkapkan kekuatan UMKM Indonesia ada pada “custom culture” dan bukan produk massal

Image
Ekonomi

Waduh, Industri Pariwisata Kehilangan Rp6.811 Triliun Gara-gara Corona

UNWTO mencatat terjadi penurunan besar-besaran dalam perjalanan internasional selama semester I-2020.

Image
Ekonomi

Rustam Ibrahim: Masuk Musim Hujan, RI Harus Waspada Penyebaran COVID-19

Rustam juga mengingatkan agar Indonesia turut waspada. Sebab, mulai September hingga akhir tahun akan memasuki musim hujan.

Image
Ekonomi

Luhut Minta Gubernur 8 Provinsi Siapkan Hotel Guna Isolasi Diri Pasien OTG

Menko Luhut minta gubernur di 8 provinsi siapkan hotel bintang dua atau tiga untuk isolasi pasien tanpa gejala (OTG)

Image
Ekonomi

Viral Abis, Segini Modal dan Keuntungan Bisnis Korean Garlic Bread!

Ada salah satu makanan Korea yang sedang viral saat ini, yakni Korean Garlic Bread

Image
Ekonomi
DPR RI

Komisi XI Minta Dana Titipan Pemerintah di Perbankan Segera Dievaluasi

Gus Irawan Pasaribu meminta adanya evaluasi dari kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun kepada perbankan.

Image
Ekonomi

5 Tips Jitu Investasi di Tengah Pandemi, Siapa Takut?

Berikut ini tips jitu investasi di tengah pandemi COVID-19.


terpopuler

  1. Ini Kondisi Kesehatan Anies Baswedan Setelah Sekda Saefullah Meninggal Karena Covid-19

  2. Kabareskrim: Gedung Kejagung Sengaja Dibakar

  3. Nasihat Syekh Ali Jaber Tentang Wanita yang Belum Berhijab Ini Bikin Nyes di Hati

  4. Pasca Bebas, Vicky Prasetyo Langsung Kebut Cari Nafkah untuk Keluarga

  5. Hanura: Omongan Ahok Soal Lobi-lobi Direksi BUMN Bisa Dipidana

  6. 5 Pesona South Shore di Gunungkidul yang Lagi Viral, Bisa Nikmati Sunset di Infinity Pool

  7. Harap Banyak Bersabar, 4 Zodiak Kurang Beruntung Bulan September Ini!

  8. Baru Diungkap, Angel Lelga Tidak Pakai Hijab Saat Digerebek Vicky Prasetyo

  9. 5 Artis ini Berbeda Agama dengan Orang Tua, Ada yang Sempat Pelajari Dua Keyakinan

  10. Agar Segala Hajat Dikabulkan Allah, ini Bacaan Doanya

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapore

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dalam Al-Quran

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
News

5 Fakta Karier Alwi Shahab, Wartawan dan Sejarawan yang Kini Tutup Usia

Image
News

Kombes Pol Audie S. Latuheru, Kekuatan Tekad Mengalahkan Kegagalan yang Pernah Dialaminya

Image
News

5 Fakta Penting dr Andani Eka Putra, Keluarkan Dana Rp850 Juta untuk Bangun Laboratorium COVID-19